• Home
  • Traveler
  • Pagelaran Budaya Nusantara 2014 Berlangsung Meriah

Pagelaran Budaya Nusantara 2014 Berlangsung Meriah

Jumat, 23 Mei 2014 17:19 WIB
DUMAI - Ribuan masyarakat berbagai daerah tumpah ruah memadati lapangan Bukit Gelanggang yang berada di jalan HR Soebrantas, Kota Dumai. Mereka berkumpul untuk menyaksikan acara Budaya Nusantara 2014 dari rangkaian Rakernas Apeksi dan Indonesia City Expo yang diselenggarakan selama satu pekan di Kota Pelabuhan ini, Rabu (21/5/14) malam.

Pemko Dumai yang ditunjuk sebagai tuan rumah Budaya Nusantara 2014 mempertontonkan tarian budaya yang dimiliki masing-masing kota di seluruh Indonesia, yang tergabung di Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2014. Acara pertunjukanpun yang dilangsungkan di pentas seni di Lapangan Bukit Gelanggang itu dirangkum oleh panitia secara apik dan membuat warga terpukau.

Sebelum gelaran Budaya Nusantara 2014 dilaksanakan dilapangan Bukit Gelanggang, sorenya dilangsungkan pelaksanaan Pawai Budaya Nusantara dan pelepasannya diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai Drs Said Mustafa ditandai pelepasan balon ke udara sebagai tanda bahwa Pawai Budaya Nusantara resmi dibuka di Kota Penganti Berseri tersebut.

Arak-arakan peserta Pawai Budaya Nusantara di isi dengan penampilan seni budaya tradisional dari masing-masing kontingen delegasi peserta Indonesia City Expo dan Rakernas Apeksi Kota Dumai. Kegiatan tersebut disaksi oleh ribuan masyarakat, terlihat animo dan antusias masyarakat sangat tinggi. Dimana disepanjang rute pergelaran Pawai Budaya Nusantara disesaki ribuan masyarakat Kota Dumai untuk melihat langsung pergelaran itu.

Informasi yang didapat dari panitia pelaksana Pawai Budaya Nusantara, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 48 kontingen yang diawali penampilan seni budaya dari Kota Balik Papan dan diakhiri dengan penampilan seni budaya dari Kota Dumai pada Pawai Budaya Nusantara tersebut. Beragam seni budaya yang ditampilkan pada kegiatan tersebut seperti penampilan ondel-ondel, suku dayak, dan tradisi dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan lainnya.

Usai dilaksanakan pawai budaya nusantara kota-kota anggota Apeksi dan penyerahan pohon khas masing-masing kota kepada Walikota Dumai Khairul Anwar untuk ditanam di daerah ini. Usai prosesi itu dilangsungkan, kembali dilanjutkan dengan pembukaan Indonesia City Expo dan Dumai Expo. Kemudian, Ketua Apeksi, Wako Dumai bersama rombongan pejabat lainnya melakukan peninjaun ke berbagai stand ICE dan Dumai Expo. 

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) G.S. Vicky Lumentut mengatakan ICE 2014 memiliki nilai sangat strategis dalam menghadapi nilai strategis ASEAN yang mulai berlaku tahun 2015. Vicky Lumentut menyebutkan, ICE 2014 merupakan pekan promosi kota-kota se-Indonesia, dengan tema "Potensi dan produk unggulan kota dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015". 

Dimana masing-masing kota anggota Apeksi menampikan produk unggulan daerahnya untuk mendapatkan pangsa pasar ASEAN.  Pembukaan ICE 2014 juga ditandai dengan pembukaan Dumai Expo bersempena HUT Kota Dumai ke-15. Dimana Dumai Expo diikuti masing-masing SKPD dan kecamatan, serta perusahaan swasta dan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Indonesia City Expo (ICE) yang dilaksanakan pada 21-25 Mei 2014 secara resmi dibuka Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) G.S. Vicky Lumentut. Diharapkan ICE 2014 menjadi mementum kesiapan daerah menyambut pasar bebas ASEAN 2015. Pembukaan ICE 2014 yang ditandai dengan pemukulan gong  di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai.

Artis Malaysia Ikut Meriahkan Puncak Budaya Nusantara

Mungkin Anda masih ingat, musik Slow Rock Malaysia pernah memberi warna tersendiri di blantika musik  Indonesia pada era 90 an. Sebut saja Iklim, dengan hits terpopulernya "Rindiani",  Slam dengan "Gerimis Mengundang"nya atau Stings, yang sempat melanda generasi muda Indonesia dengan "Kusapu Air Mata Perpisahan". Meski sederetan grup band negeri Jiran itu tampak redup beberapa tahun belakangan, namun hits-hits populer mereka masih tersimpan dalam memori penggemarnya di Dumai. 

Terbukti, vokalis Stings, Poey hadir dalam wejangan istimewa pada panggung Indonesia City Expo (ICE) 2014 di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Kamis (22/5) pukul 00.00 WIB, dini hari. Poey dengan kaos abu-abu berpadu jins hitam putih, tampil energik menggebrak panggung. Sontak, penggemar yang dirasa tidak bakal tahu lagi dengan lantunan suara mendayu Poey, ternyata berbalik arah. 

Justru, penggemarnya mengejar panggung sambil melambaikan tangan. Apalagi teknik muncul Poey di depan panggung dengan musik bergenre Rock, "Keris Sempena Riau". Lagu itu sengaja diciptakan teristimewa untuk Riau, yang memang berdekatan dengan daratan Malaysia. Meski tidak tampil dengan personil lengkap Stings, vokalis anyar asal Malaysia itu cukup berhasil memanjakan penonton. 

4 lagu andalannya menjadi hadiah spesial buat penggemar yang masih menyimpan lagu-lagu tahun 1990 an itu. Usai mempersembahkan "keris sempena Riau", Poey menjemput kenangan tahun 1990 an dengan "Dalam Diam". Penggemar setianya pun histeris dan ikut bernyanyi. Kemudian, sebuah lagu baru, yang baru di launching Maret 2014 lalu di Kuala Lumpur, "Ali Baba" bergenre Rock cukup mengejut penggemarnya. 

Sedianya, "Ali Baba" menjadi penutup penampilan Poey, namun penggemar minta satu lagu lagi. "Kusapu Air Mata" kembali menjenguk memori penggemar Stings di Dumai. Sebab, album itu melejit tahun 1997 hingga 2001 di Indonesia. "Saya cukup puas, meski awalnya agak grogi. Takut kalau tak ada yang tahu lagu-lagu saya. Ternyata mereka masih ingat, saya jadi semangat," ujar Poey.

Menurut pria berambut oanjang itu, sambutan warga Dumai menjadi nafas baru bagi dirinya untuk terus memacu kreatifitas. Apalagi, warna musik di Indonesia jauh lebih beragam di banding negeri Jiran untuk saat ini. Untuk mendapatkan hati masyarakat, ia akan terus berkarya dan memberikan kejutan kepada penggemarnya khusus di Riau. Diketahui, grup band Stings merupakan salah satu grup band terbaik Malaysia dengan aroma Slow Rock. Band ini digandrungi oleh 4 punggawa sejak tahun 1992. Poey vokalis, Noa, gitaris, Rasyid, Bassis dan Jali, drummer.***(adv/hum/din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar