• Home
  • Traveler
  • Pembangunan Budaya Melayu Masih Bersifat Parsial di Riau

Pembangunan Budaya Melayu Masih Bersifat Parsial di Riau

Senin, 23 Mei 2016 18:21 WIB
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Muhammad Yafiz mengatakan pencapaian pembangunan ‎Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu belum sepenuhnya mewujudkan kehidupan masyarakat yang berbudaya Melayu dan memayungi kebudayaan daerah. 
 
"Selama ini pembangunan budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning ini masih bersifat parsial, dalam bentuk kegiatan-kegiatan atau event semata‎. Artinya belum menunjukan arah yang kuat menuju identitas pusat kebudayaan Melayu di Riau," kata Yafiz saat menyampaikan revisi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Riau 2015-2025, Senin (2/5/2016). 
 
Dia melihat, hal tersebut karena pembangunan budaya belum bersinergi dengan industri pembangunan pariwisata dan perekonomian masyarakat. Seharusnya, perihal tersebut lebih dikuatkan. 
 
Padahal sudah jelas, Visi Riau 2025 terwujudnya Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan bathin, di Asia Tenggara. 
 
"Nah, untuk mewujudkan semua itu tak lepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untu menopang pembangunan ekonomi," kata Yafiz. 
 
Menurutnya, kualitas pelayanan dan pemerataan pembangunan SDM ini penting. Mengingat tingkat pendidikan penduduk Riau masih rendah, rata-rata lama sekolah 8,49 tahun. Begitu juga mengenai akses dan pelayanan pendidikan perlu ditingkatkan untuk mencapai standar pelayanan minimal.
 
Hadiri dalam Revisi RPJPD Provinsi Riau 2005-2025 Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Anggota DPRD Riau, Tokoh Masyarakat Riau, dan seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Riau. 

(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar