• Home
  • Traveler
  • Sering Melihat Anak-anak Mengaji di Masjid, Akiong Tertarik Masuk Islam

Sering Melihat Anak-anak Mengaji di Masjid, Akiong Tertarik Masuk Islam

Jumat, 11 Juli 2014 15:44 WIB

PEKANBARU - Meski terlahir sebagai etnis Tionghoa, pria ini sudah memiliki ketertarikan terhadap Islam sejak kecil. Aktivitas anak-anak mengaji di masjid rupanya menjadi awal dari perjalanan keberislaman Akiong (42) yang kini bernama Lukman Lim. 

Saat ini, Akiong adalah Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) cabang Kepulauan Meranti yang berpusat di kota Selat Panjang, Riau.

Kisah keberislaman Akiong diawali saat masih duduk di bangku SD, Padang Sumatera Barat. Sejak kecil, Akiong sudah ditinggalkan sang ayah, sehingga harus hidup bersama ibu dan neneknya. Namun sehari-hari Akiong bergaul dengan anak-anak dan masyarakat di lingkungan rumahnya yang didominasi muslim. 

Jika malam, Akiong selalu melihat teman-teman sebayanya sibuk pergi ke masjid untuk mengaji. Tak ada teman yang bisa diajaknya bermain kala malam. Apa yang dilakukan teman-temannya di masjid rupanya menarik perhatian Akiong untuk mencari tahu. Muncul dalam benak Akiong untuk bergabung dengan mereka di masjid. Sejak itu Akiong terlihat sering ikut mengaji dengan teman-temannya di masjid. 

Saat usianya beranjak 14 tahun, keingintahuan Akiong soal Islam makin tinggi. Rasa penasarannya tak terbendung. Hingga pada suatu hari, Akiong mengajak temannya pergi ke pasar untuk mencari buku tentang Islam. Dia membaca buku itu setiap malam secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui ibu dan neneknya. 

"Saat itu saya sudah kuat ingin memeluk Islam. Namun saya ketika itu belum punya keberanian karena takut ibu dan nenek saya," kisah Akiong saat berbincang dengan detikRamadan, Jumat (11/7/2014).

Kegiatan Akiong yang sering ikut mengaji di masjid rupanya sampai juga ke telinga sang bunda dari para tetangga. Terkejut tapi tidak marah, ibunya menyanyakan kabar tersebut kepada Akiong. Akiong sengaja menutup rapat-rapat ketertarikannya memeluk Islam agar tidak mengecewakan sang bunda dan nenek yang telah membesarkannya.

"Saya akhirnya mengakui kalau sering mengaji. Dan saat itu saya sudah bisa mengaji walau tak selancar teman-teman. Saya sampaikan keinginan kalau saya mau memeluk Islam," tutur Akiong.

"Ibu saya takut nenek saya kecewa. Karena saya ini cucu paling besar," tambahnya seperti dikutip detikcom.

Beberapa waktu kemudian, setelah mantab dengan pilihan keyakinannya, Akiong memutuskan untuk bersyahadat. Akiong masuk Islam di sebuah masjid dekat rumahnya. Dia pun mendapatkan nama baru, Lukman Lim. Kabar keberislaman itu sampai juga ke telinga sang nenek. 

"Tapi akhirnya berterus terang dengan nenek kalau saya sudah memeluk Islam. Ada rasa kekecewaan terpancar dari wajah nenek saya," kata Akiong.

Waktu terus berputar. Setelah dewasa, Akiong bersama keluarganya pindah ke Selat Panjang. Di kota Selat Panjang ibukota Kabupaten Meranti, Akiong menemukan gadis tambatan hatinya. 

Saat ini, Akiong hidup sebagai pedagang kaki lima berjualan pakaian. Belum genap setahun ini dia juga dipercaya sebagai Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di bawah tampuk pimpinan Anton Medan. 

"Kami dari PITI kini mencoba untuk membuat pengajian di komunitas kami yang minoritas di lingkungan Tionghoa. Kami ingin punya masjid sendiri sebagai tempat perkumpulan kami. Selama ini kami buat pengajian sebulan sekali hanya dari rumah ke rumah sesama anggota," tutup Akiong. (red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar