50 Persen Buruh di Riau Digaji di Bawah UMP
Kamis, 01 Mei 2014 18:19 WIB
PEKANBARU - Sebanyak 50 persen lebih buruh di Riau digaji masih bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Ironisnya, para buruh tak berani menuntut kenaikan gaji ke perusahaannya, karena takut dipecat.
"Yang kita awasi, lebih dari 50 persen perusahaan jasa tidak menggunakan umpah minimum. Katakanlah pasar-pasar, mall sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Nangka (Tuanku Tambusai, Red) ini malah 80 persen tidak menggunakan upah minimum," kata Patar Sitanggang, Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Riau kepada riauterkinicom usai menjadi narasumber dialog interaktif Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day di Stasiun RRI Pekanbaru, (1/5/14).
Ditegaskannya, jika sudah tidak menerima gaji atau upah sesuai standar UMP, sudah pasti para buruh di sektor jasa ini tidak menjadi anggota Jamsostek. Selain itu, jika pun mereka lembur, upah lembur mereka tidak terbayar dengan baik.
Ironisnya, imbuh Patar, para buruh ini tidak berani melaporkan perusahaan tempat mereka bekerja ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat karena takut dipecat. Apalagi dari pihak perusahaan ada "tekanan" ke buruh bersangkutan yang menyatakan, jika sang buruh keluar atau di-PHK (pemutusan hubungan kerja, Red), ada 20 lagi calon pelamar yang ingin masuk.
Sebelumnya, Patar Sitanggang menjadi narasumber dialog interaktif yang disiarkan secara live oleh radio milik pemerintah itu. Selain Patar juga hadir narasumber lain Peri Akri, Sekjen Apindo Riau, dan Bambang Priyatno, staf Mediasi Hubungan Industrial Disnaker Riau.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

