Musim Asap, Garuda Indonesia Pangkas Dua Jadwal Penerbangan
Minggu, 09 Maret 2014 13:22 WIB
PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau benar-benar sangat mengacaukan aktifitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru.
Selain banyaknya penerbangan yang delay berjam-jam, kabut asap yang terjadi juga terpaksa mengharuskan sejumlah maskapai mengurangi jadwal terbangnya.
Hal ini juga dialami oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Bahkan akibat tebalnya asap yang terus menyelimuti Riau, maskapai terbaik di Indonesia tersebut terpaksa mengurangi 2 penerbangannya, terutama penerbangan di pagi dan sore hari.
"Kondisi asap memang semakin tebal dan sangat mengganggu penerbangan. Kami juga terpaksa mengurangi 2 flight Garuda Indonesia dari dan ke Pekanbaru, terutama pukul 06.00 WIB pagi dan sore hari pukul 18.00 WIB,"kata Sales and Marketing Executive Garuda Indonesia, Zulkarnain Kadri menjawab wartawan, Minggu (09/03/14).
Kadri menegaskan, selama asap masih tebal, Garuda Indonesia memang selalu mengalami hambatan untuk melakukan penerbangan, terutama di pagi hari. Hal tersebut disebabkan karena minimnya jarak pandang sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan take off maupun landing.
"Keadaan ini juga dialami oleh maskapai penerbangan yang lain. Semua tergantung kondisi cuaca, kalau sudah memungkinkan untuk terbang, maka pesawat baru bisa melakukan penerbangan. Tapi kalau jarak pandang masih minim, penerbangan terpaksa ditunda sampai jarak pandang kembali normal,"tutupnya.***(gas)
Hal ini juga dialami oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Bahkan akibat tebalnya asap yang terus menyelimuti Riau, maskapai terbaik di Indonesia tersebut terpaksa mengurangi 2 penerbangannya, terutama penerbangan di pagi dan sore hari.
"Kondisi asap memang semakin tebal dan sangat mengganggu penerbangan. Kami juga terpaksa mengurangi 2 flight Garuda Indonesia dari dan ke Pekanbaru, terutama pukul 06.00 WIB pagi dan sore hari pukul 18.00 WIB,"kata Sales and Marketing Executive Garuda Indonesia, Zulkarnain Kadri menjawab wartawan, Minggu (09/03/14).
Kadri menegaskan, selama asap masih tebal, Garuda Indonesia memang selalu mengalami hambatan untuk melakukan penerbangan, terutama di pagi hari. Hal tersebut disebabkan karena minimnya jarak pandang sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan take off maupun landing.
"Keadaan ini juga dialami oleh maskapai penerbangan yang lain. Semua tergantung kondisi cuaca, kalau sudah memungkinkan untuk terbang, maka pesawat baru bisa melakukan penerbangan. Tapi kalau jarak pandang masih minim, penerbangan terpaksa ditunda sampai jarak pandang kembali normal,"tutupnya.***(gas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

