PT SPR Bagikan Deviden ke Pemprov Riau Rp 3 Miliar
Kamis, 19 Desember 2013 13:47 WIB
PEKANBARU - PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) menargetkan dividen (pembagian laba kepada pemegang saham) tahun ini sebesar Rp3 miliar. Laba terbanyak BUMD Riau disumbangkan dari unit usaha ladang minyak Blok Langgak.
Direktur Utama (Dirut) PT SPR, Rahman Akil kepada riauterkinicom, Kamis (19/12/13). Dikatakannya, dividen yang diberikan oleh PT SPR untuk Tahun Buku 2010 sebesar mencapai Rp3 miilar.
"Kemudian untuk Tahun Buku 2011 sebesar Rp7 miliar dan semua telah disetorkan kepada Pemprov Riau sebagai pemegang saham PT SPR," terangnya.
Tahun ini, imbuh Rahman, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), PT SPR berencana membagikan dividen sebesar Rp3 miliar.
Sepintas penerimaan dividen terlihat berkurang. Tetapi sebenarnya tidak, karena tahun 2011 unit usaha perhotelan diambilalih pengelolaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
PT SPR, jelas Rahman Akil, merupakan peleburan dari 4 (empat) BUMD yakni PD Percetakan Riau, PD Angkutan Jasa, PD Perhotelan, Pariwisata dan Hiburan Riau, serta PT Pembangunan Riau. Peleburan ini mengacu kepada Perda No. 08 tahun 1990 dan Perda No. 1 tahun 2008.
Saat ini, PT Sarana Pembangunan Riau dipercaya mengelola lapangan minyak Langgak yang terletak di wilayah Kabupaten Kampar dan sebagian kecil pada bagian Barat Daya merupakan wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Luas area lapangan Langgak mencapai 79,65 km2
Pada 20 April 2010, Lapangan Langgak diserahterimakan ke PT Sarana Pembangunan Riau (SPR Langgak) sebagai operator yang baru untuk masa pengelolaan selama 20 tahun hingga tahun 2030.
Pada awalnya SPR terus merugi. Namun, setelah dikelola dengan baik oleh putera daerah Riau, SPR kini sudah mulai untung. Dan usaha-usaha yang dikelolanya juga menunjukkan peningkatan.
Pada tahun 2004, kondisi operasional PT SPR memiliki beberapa unit usaha. Diantaranya adalah Divisi Jasa dan Perdagangan, Divisi Pertambangan dan Divisi Pariwisata.
Pada waktu itu, nilai assetnya Rp 1,403,865,030.22. Sedangkan modal yang disetor Rp10,951,646.00 dan ekuitas 1,286,566,155.31.
Namun, pendapatan usaha hanya Rp869,409,000.00. Dengan demikian, PT SPR mengalami ratio laba bersih dengan pendapatan minus 20.27 persen. Tapi, kondisi ini terus membaik sertelah perusahaan ini dikelola dengan profesional oleh Rahman Akil.
Pada tahun 2011, PT SPR sudah mampu meraup ratio laba bersih dengan pendapatan 15,97 persen. Tahun 2011, asset PT SPR mencapai Rp64.694.646.344,00, total modal di setor Rp49.010.951.646,00, ekuitas 74,910,951,131,00 dan pendapatan usaha Rp131,500,822,877.00.
Dengan prestasi ini menempatkan PT SPR sebagai salah satu BUMD sehat di Provinsi Riau.
Lifting Meningkat
Sejak 20 April 2010, PT SPR mendapat kepercayaan untuk mengelola lapangan minyak yang berlokasi di daerah Kampar dan Rokan Hulu.
Dari tahun ke tahun PT SPR mampu mengelola ladang minyak tersebut dengan baik. Terlihat keuntungan yang diperoleh terus meningkat.
Hal ini ditandai dengan peningkatan lifting dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, total lifting ladang minyak yang dikelola PT SPR sebanyak 129,710 BO.
Pada tahun 2011 lifting kembali mengalami peningkatan dari 129,710 BO menjadi 218,039 BO. Tahun 2012 begitu juga, terus terjadi peningkatan sehingga lifting menjadi 224,379 BO.
Pada tahun 2013 lifting semakin menunjukkan peningkatan atas kerja keras PT SPR sehingga menjadi 237,900 BO.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

