Tiga Prioritas Utama Komitmen NDPE Wilmar
Hadi Pramono Jumat, 12 Oktober 2018 11:52 WIB
SINGAPURA - Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi, berbasis di Singapura dan memiliki operasi di Indonesia,Wilmar International Limited (Wilmar), baru-baru ini menerbitkan time bound plan (rencana waktu terikat) yang baru dan ambisius, yang dikembangkan bekerja sama dengan The Forest Trust (TFT).
Rencana ini memiliki tujuan, memperoleh 100 persen secara independen, memverifikasi No Deforestasi, No Peat, dan No Exploitation (NDPE) untuk memenuhi rantai suplai di tahun 2020 dan seterusnya. Dari informasi resmi yang didapat InfoSAWIT, ada 3 prioritas utama dari rencana tersebut, yakni, pertama, memberikan transparansi dan verifikasi yang lebih tinggi dari komitmen No Deforestation Wilmar di seluruh rantai pasokan minyak sawitnya dengan dukungan TFT dan organisasi mitra lainnya. Wilmar akan memberikan tingkat transparansi yang lebih tinggi di seluruh operasi minyak sawitnya.
Cara demikian dilakukan untuk memastikan para pemasok dari pihak ketiga bahwa mereka mematuhi komitmennya untuk ‘Tidak Melakukan Deforestasi’ sebagaimana diatur dalam kebijakan NDPE.
“Untuk mencapai hal ini, Wilmar akan menggunakan pemantauan satelit secara langsung dan menyediakan verifikasi independen atas perubahan penggunaan lahan sendiri serta perkebunan dan operasi pemasok pihak ketiganya di tingkat kelompok yang akan dilakukan sampai kuartal pertama tahun 2019,” tutur Chief Sustainability Officer, Wilmar, Jeremy Goon, baru-baru ini.
Kedua, memimpin kolaborasi lintas industri untuk mengatasi deforestasi di luar rantai pasokan kelapa sawit Wilmar. Ini mencakup area mayoritas di lanskap dimana Wilmar menjadi sumber produk sawitnya, meskipun komoditas lain hidup berdampingan dalam lanskap yang sama. Oleh karena itu, upaya saat ini adalah Wilmar fokus untuk mengakhiri deforestasi dalam rantai pasokannya sendiri. TFT dan Wilmar memahami bahwa hutan tidak dapat dilindungi hanya dengan berfokus pada satu komoditas karena komoditas lain juga terlibat dalam deforestasi untuk sebagai pemimpin industri.
Ketiga, memantau masalah pekerja dan masyarakat untuk memastikan ‘Tidak Ada Eksploitasi’ di Wilmar. Ketiga tahap ini akan diimplementasikan dengan dukungan organisasi mitra dalam operasi Wilmar di seluruh rantai pasokannya. “Rencana aksi publik yang juga diperbarui bersamaan dengan waktu akan diterbitkan pada awal kuartal kedua tahun 2019,” tandas Jeremy.
Rencana ini memiliki tujuan, memperoleh 100 persen secara independen, memverifikasi No Deforestasi, No Peat, dan No Exploitation (NDPE) untuk memenuhi rantai suplai di tahun 2020 dan seterusnya. Dari informasi resmi yang didapat InfoSAWIT, ada 3 prioritas utama dari rencana tersebut, yakni, pertama, memberikan transparansi dan verifikasi yang lebih tinggi dari komitmen No Deforestation Wilmar di seluruh rantai pasokan minyak sawitnya dengan dukungan TFT dan organisasi mitra lainnya. Wilmar akan memberikan tingkat transparansi yang lebih tinggi di seluruh operasi minyak sawitnya.
Cara demikian dilakukan untuk memastikan para pemasok dari pihak ketiga bahwa mereka mematuhi komitmennya untuk ‘Tidak Melakukan Deforestasi’ sebagaimana diatur dalam kebijakan NDPE.
“Untuk mencapai hal ini, Wilmar akan menggunakan pemantauan satelit secara langsung dan menyediakan verifikasi independen atas perubahan penggunaan lahan sendiri serta perkebunan dan operasi pemasok pihak ketiganya di tingkat kelompok yang akan dilakukan sampai kuartal pertama tahun 2019,” tutur Chief Sustainability Officer, Wilmar, Jeremy Goon, baru-baru ini.
Kedua, memimpin kolaborasi lintas industri untuk mengatasi deforestasi di luar rantai pasokan kelapa sawit Wilmar. Ini mencakup area mayoritas di lanskap dimana Wilmar menjadi sumber produk sawitnya, meskipun komoditas lain hidup berdampingan dalam lanskap yang sama. Oleh karena itu, upaya saat ini adalah Wilmar fokus untuk mengakhiri deforestasi dalam rantai pasokannya sendiri. TFT dan Wilmar memahami bahwa hutan tidak dapat dilindungi hanya dengan berfokus pada satu komoditas karena komoditas lain juga terlibat dalam deforestasi untuk sebagai pemimpin industri.
Ketiga, memantau masalah pekerja dan masyarakat untuk memastikan ‘Tidak Ada Eksploitasi’ di Wilmar. Ketiga tahap ini akan diimplementasikan dengan dukungan organisasi mitra dalam operasi Wilmar di seluruh rantai pasokannya. “Rencana aksi publik yang juga diperbarui bersamaan dengan waktu akan diterbitkan pada awal kuartal kedua tahun 2019,” tandas Jeremy.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Sumber : Info Sawit
Tags Wilmar
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Wilmar Peduli, 1.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Sekitar Industri Dumai-Pelintung
-
Sosial
Idul Adha 2024, Wilmar Group Dumai Salurkan 14 Ekor Hewan Kurban
-
Ekbis
Wilmar Group Dumai Salurkan 1200 Paket Sembako kepada Masyarakat Terdampak Pandemi COVID-19
-
Sosial
Wilmar Distribusikan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Dumai
-
Sosial
Lawan Corona, Wilmar Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Dumai
-
Ekbis
Wabah Corona, Wilmar dan Kementan Teken MoU Jaga Pasokan Minyak Goreng

