• Home
  • Hukrim
  • 180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai

180 PMI Bermasalah Kembali Dipulangkan dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai

Redaksi Selasa, 10 Februari 2026 14:48 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah di Malaysia kembali dipulangkan ke tanah air melalui Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau, Sabtu (7/2/2026). 

Pemulangan ini menjadi langkah pemerintah untuk melindungi PMI sekaligus memastikan mereka kembali melalui jalur resmi.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menyebutkan sebanyak 180 PMI bermasalah tiba di Pelabuhan Dumai sekitar pukul 16.10 WIB dengan menggunakan Kapal Indomal Dynasty.

“Ada 180 Pekerja Migran Indonesia bermasalah yang dipulangkan dari Malaysia melalui Pelabuhan Dumai. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terbanyak dari Jawa Timur dan Aceh,” kata Fanny, Senin (9/2/2026).

Rinciannya, 133 laki-laki dan 47 perempuan, berasal dari Jawa Timur 53 orang, Aceh 40, Nusa Tenggara Barat 31, Sumatra Utara 20, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing 6, Riau dan Sumatra Barat masing-masing 4, Lampung 3, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan masing-masing 2, serta sejumlah provinsi lain masing-masing 1 orang.

Setibanya di Dumai, PMI bermasalah menjalani pemeriksaan dokumen dan kesehatan. Selanjutnya, mereka dibawa ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai untuk pendataan, pelayanan, perlindungan, dan fasilitasi sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Fanny mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar selalu menggunakan jalur resmi dan prosedural. 

“Pemulangan PMI bermasalah ini menjadi pengingat pentingnya bekerja sesuai aturan agar aman dan terlindungi,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam melindungi PMI dan memastikan Pelabuhan Dumai sebagai pintu masuk pemulangan berjalan aman, tertib, dan transparan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags MalaysiaPMI BermasalahPekerja Migran IndonesiaPelabuhan Dumai
Komentar