• Home
  • Hukrim
  • Diduga Jadi Ajang KKN, Bank Riau-Kepri Diisukan Bangkrut

Diduga Jadi Ajang KKN, Bank Riau-Kepri Diisukan Bangkrut

Selasa, 15 April 2014 14:43 WIB

PEKANBARU - Cerita tentang KKN besar-besaran di tubuh Bank Riau Kepri ternyata bukan cerita kosong. Beberapa lulusan Universitas Riau juga mengakui hal yang sama.

Kinerja bank plat merah, Bank Riau Kepri, benar-benar anjlok. Pasalnya sudah tiga hari sejak Sabtu (12/4/2014) hingga Senin (14/4/2014) terjadi gagal transaksi baik melalui anjungan tunai mandiri maupun kantor unit. 

Isu yang berkembang, bank ini bangkrut karena KKN yang terlalu tinggi dalam sistem kekaryawanan. Menurut Desi, kejadian gagal transaksi di Bank Riau Kepri, bukan sekali ini saja terjadi, tapi sudah sering. 

Desi, warga Pekanbaru seperti dilansir dari GoRiau.com, Selasa (15/4/2014) mengatakan, dirinya sudah berkali-kali mencoba mengirim uang untuk anaknya melalui ATM Bank Riau Kepri, namun selalu gagal.

'Saya berkali-kali mencoba juga tak berhasil pak. Kata petugas memang lagi rusak. Dan itu bukan hanya di ATM tapi juga di kantor. Ini mungkin karena sistem penerimaan karyawannya KKN pak, yang bekerja disini titipan semua, itu kata orang-orang,' sungutnya.

Sementara itu, Humas Bank Riau Kepri, Wahyudi membantah isu yang berkembang tersebut. Menurutnya, dengan adanya gagal transaksi terjadi karena ada perbaikan sistem di Bank Riau-Kepri sendiri.

'Kita sedang melalukan perbaikan sistem untuk penambahan kapasitas. Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah,' ujar Wahyudi menjawab konfirmasi wartawan, Selasa (15/4/2014).

Peningkatan kualitas sistem ini dilakukan pada hari libur yakni Sabtu hingga Senin atau tiga hari. 'Tapi mulai jam 11 siang ini sudah bisa transaksi baik di ATM maupun kantor,' ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi B DPRD Riau, H Mansyur HS saat dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terakhir dari Bank Riau Kepri tentang perkembangan usahanya. Menurutnya, pihaknya akan segera meminta laporan Bank Riau Kepri untuk perkembangan usahanya termasuk masalah gagal transaksi.

'Kita tak tahu, apa karena mereka harus bayar menara Bank Riau Kepri senilai Rp 218 miliar sehingga terjadi ketidakseimbangan neraca keuangan atau masalah lain. Karena itu secepatnya akan kita mintai laporan mereka,' ujar politisi PKS ini.

Menurutnya, Bank Riau Kepri dalam istilah kesehatan perlu medhical check-up atau pemeriksaan menyeluruh. 'Termasuk rekrutmen karyawan yang sudah jadi pembicaraan umum dimana isunya banyak anak dan keluarga pejabat, serta rendahnya pengembangan usaha,' jelasnya.

Menurutnya, meski Bank Riau Kepri dalam laporan terakhirnya masuk kategori sehat, namun bank ini gagal menjadi katalisator perekenomian daerah karena agent pembangunan justru diambil alih bank-bank nasional dan bank daerah yang melakan ekspansi usaha ke Riau.

'Memang sebagai benteng perekomian daerah, Bank Riau Kepri bisa dikatakan gagal. Banyak bank daerah masuk ke Riau seperi Bank DKI, Bank Jabar Banten, Bank Nagari, Bank Sumsel dan lain-lain. Artinya, banyak pasar keuangan yang terbuka karena Bank Riau Kepri gagal memanfaatkannya,' ujarnya.

Seharusnya, tambahnya, sebagai bank lokal Riau, tidak hanya boleh bertahan. 'Dalam sepakbolka, pertahanan terbaik itu menyerang, jadi kalau Bank Riau Kepri mau berkembang, juga harus melakukan ekspansi, dan untuk itu perlu SDM yang memadai,' tegasnya. ***(grc/wil)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar