• Home
  • Hukrim
  • Diperiksa sebagai Saksi, Wabup Bengkalis Datangi Ditreskrimsus Polda Riau

Diperiksa sebagai Saksi, Wabup Bengkalis Datangi Ditreskrimsus Polda Riau

Hadi Pramono Kamis, 18 Oktober 2018 16:27 WIB
PEKANBARU - Untuk sekian kalinya, Wakil Bupati Bengkalis Muhammad kembali di periksa penyidik Ditreskrimsus Polda Riau. Sebelumnya Ia sempat diperiksa pada Senin (03/09/18) lalu. 

Pemeriksaan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto kepada riauterkini.com, Kamis (18/10/18). "Iya, diambil keterangan sebagai saksi," katanya. 

Dari pantauan riauterkini.com Muhammad hadir bersama rekannya yang disinyalir merupakan kuasa hukum dan ajudannya di Direskrimsus Polda Riau. Pemeriksaan yang dilaksanakan sejak pagi ini, berakhir sebelum Zuhur. 

Dalam perkara ini, penyidik Polda Riau sebelumnya sudah melimpahkan 3 Surat pemberitahuan dimulainya Penyidikan (SPDP) baru ke penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di bulan Juni dan pertengahan Agustus 2018 lalu. 

Dimana 3 SPDP yang baru ini ada nama 3 orang tersangka baru. Namun dalam surat tersebut tidak dicantumkan nama-nama tersangka yang baru itu. 

Sebelumnya, 2 tersangka yang lebih dulu ditetapkan statusnya, yakni, Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut. 

Sedangkan Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau. Ia sebelumnya juga pernah diperiksa penyidik sebagai saksi dalam perkara ini. Sejumlah saksi diambil dari pihak yang melaksanakan proyek, baik dari pihak pemerintah maupun rekanan. 

Kasus ini mencuat adanya laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp3 miliar lebih. Diduga tidak sesuai spesifikasi, yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp1 miliar lebih. 

Sementara pada lokasi pekerjaan pemasangan pipa, tidak ditemukan galian sama sekali, bahkan pipa dipasang di atas tanah. Selain itu, pada item pekerjaan timbunan bekas galian, juga dipastikan tidak ada pekerjaan timbunan kembali, karena galian tidak pernah ada. 

Proyek dimulai 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai. Seharusnya, kontraktor pelaksana PT Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan. Namun pihak Dinas PU Riau disebut tidak melakukan hal tersebut. 

Selain itu, Dinas PU Riau juga diduga merekayasa serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO Nomor: 0/BA.ST-I/FSK.PIPA.TBH.XII/2013 tanggal 13 Desember 2013.

Sumber: Riau Terkini
Tags Polda RiauWabup Bengkalis
Komentar