• Home
  • Hukrim
  • Firasat Buruk Hampiri Benak Istri Aipda Harianto Bahari

Sebelum Ajal Menjemput

Firasat Buruk Hampiri Benak Istri Aipda Harianto Bahari

Senin, 10 November 2014 20:12 WIB
PEKANBARU : Di hari-hari terakhir sebelum Aipda Harianto Bahari berangkat melakukan penggrebekan terhadap EP Cs, Minggu (9/11/2014) kemarin, beberapa hal tak biasa sebagai isyarat jelang kematiannya seolah terasa oleh kelurga. 

Almarhum akhirnya tewas di saat bertugas pasca diterjang timah panas.

Sebagai contoh firasat tersebut yakni, sang istri Nuraini (32) sempat mengingatkan suaminya, agar tidak lupa menggunakan rompi anti peluru dalam bertugas.

"Sudah sempat diingatkan ke abang, agar menggunakan rompi (anti peluru, red). Mungkin memang sudah jalannya begini," ujar sang istri usai menggelar pemakaman terhadap suaminya.

Nuraini ditemani anak tertua dan si bungsu melanjutkan, secara pribadi tak ada firasat apapun sebelum kepergian suaminya. Hanya saja, tingkah berbeda tampak ditunjukkan almarhum kepada sanak saudara yang lain, salah satunya kepada mertua. 

"Ada firasat yang ditunjukkan abang ke bapak (Mertua almarhum), itu bapak yang cerita," ujar Aini lagi.

Menyambung cerita ini, mertua korban bernama Zul membenarkan. Menurutnya, sebelum almarhum dilaporkan tewas dalam tugas mulia tersebut, ia sempat meminta agar lampu teras samping rumah, diganti dengan yang lebih terang. 

Entah apa yang tersirat, namun itu menjadi salahsatu tanda yang ditinggalkan almarhum kepada keluarganya.

"Almarhum suruh ganti lampu, katanya karena nanti orang akan ramai yang datang ke rumah," ujar Zul melanjutkan.

Tak itu saja, sifat Bahari yang awalnya tak banyak cerita dengan mertua, belakangan berubah. Hal itu dirasakan sendiri oleh Zul. 

"Beberapa hari terakhir sudah sering cerita dengan bapak, banyak hal, dari pekerjaan, kawan di lingkungan dan lainnya, mungkin ini firasat yang ditinggalkan mendiang," tutupnya.

Almarhum Aipda Bahari, meninggalkan 2 orang anak, yang lelaki tertua bernama Raditya Syahbani yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD), dan seorang anak perempuan bernama Tata yang belum bersekolah. 

Sementara sang istri, Nuraini kesehariannya berprofesi sebagai guru di Sekolah Dasar 072 Jalan Jati Kecamatan Tampan Pekanbaru.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal suka membaur di lingkungan masyarakat sekitar rumahnya. Selain itu, ia dikenal pula sebagai pria yang ramah dan gemar bercanda. 

Warga di sekitar rumah duka, jalan Meranti Batu, Kecamatan Tampan, jelas kehilangan sosok Aipda Anumerta Harianto Bahari, yang dimakamkan bertepatan pada hari Pahlawan, 10 November.

(hrc/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar