Ancam Lapor Balik,
Istri Bupati Kampar Bantah Aniaya Nurhasni
Senin, 02 Juni 2014 16:44 WIB
BANGKINANG - Bupati Kampar Jefri Noer beserta istrinya Eva Yuliana membantah melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap Nurasni salah seorang warga Dusun Pematang Kulim Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar Timur, Sabtu (31/5/14) lalu.
Eva Yuliana juga menyatakan pemberitaan yang sempat beredar memutar balik-kan fakta yang ada. Bahkan Eva Yuliana menegaskan agar Nurasni segera minta maaf karena telah melakukan pencemaran nama baik dalam waktu 2 X 24 jam apabila tidak dilakukan ia akan melapor balik Nurasni ke polisi.
"Tidak benar saya melakukan pemukulan terhadap Asni, dan pemberiataan di beberapa media itu tidak benar dan memutar balik-kan fakta,"terang Eva Yuliana ketika melakukan jumpa pers di Balai Bupati Kampar Senen (2/5/14).
Eve Yuliana sempat menceritakan kronologis kejadian tersebut, pada Sabtu (31/5/14) sekitar pukul 14.30 wib ia bersama suaminya Jefry Noer dan dua orang ajudan salah satunya Fery melihat lokasi pembangunan PKS yang berada di Dusun Batang Kulim Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar.
Sampai dilokasi ia melihat lahan tersebut sudah dipagar dan melihat dua orang suami istri tengah membersihkan lahan tersebut.
"Kemudian kami berhenti dan turun dari mobil menemui mereka dan sempat mengatakan bahwa lahan ini sudah dibeli,"terangnya.
"Namun mereka menjawab dengan nada tinggi dan menyatakan lahan itu miliknya dan sempat mengeluarkan kalimat yang pedas sembari berkata kepada Bapak, saya tidak ada urusan dengan kau,"ujar Eva menirukan kalimat Nurasni.
Dilanjutkannya kemudian Bapak menyuruh mereka pergi dari lahan tersebut dan kemudian mereka beranjak pergi, namun sembari berjalan mereka terus saja mengumpat.
"Karena terus mengumpat selaku perempuan saya menemui Nurasni dan mengatakan kalimat sudahlah, sambil memegang tangannya, namun saya malah disikut dan saya langsung digumbal,"ujarnya.
"Untuk itu perlu ditegaskan tidak pernah kami melakukan pengeroyokan apalagi pemukulan. Dan perlu diketahui saat didemo saja kami dihujat namun kami tidak pernah membalas apalagi hal sepele ini,"ungkapnya.
Pada kesempatan itu Eva juga menegaskan agar Nurasni meminta maaf dalam waktu 2 X 24 jam karena telah melakukan pencemaran nama baik,"Apabila Nurasni tidak meminta maaf saya akan melaporkan balik ke pihak polisi atas kasus pencemaran nama baik,"terangnya.
Diterangkannya setelah kejadian tersebut ia bersama suaminya Jefry Noer dan dua orang ajudan berangkat pulang namun dalam perjalanan mereka dihadang oleh beberapa orang keluarga Nurasni sambil membawa parang.
Senada hal tersebut Jefry Noer juga membantah telah melakukan pemukulan terhadap Nurhasni,"Bu Eva mencoba menenangkan akan tetapi tapi ibuk disikutnya,"terang Jefry.
"Melihat hal tersebut Jamal suami Nurasni terpelongo lalu saya memerintahkan agar ia mendatangi Nurasni,"jelasnya.
Diutarakannya, sebelumnya ia melihat lahan tersebut telah dipagar lalu ia menanyakan kepada dua orang suami istri yang tengah berada dilokasi tersebut.
"Saya bertanya secara baik-baik kenapa lahan ini dipagar namun mereka menjawab dengan nada yang tidak mengenak-kan dengan kalimat den ndak ado urusan jo waang do iko tanah den (Saya tidak ada urusan dengan kamu, ini lahan saya-red)"ujar jefri menirukan kalimat Nurasni.
"Lalu saya suruh mereka pergi, meskipun mereka pergi meninggalkan lokasi namun mereka tetap mengeluarkan kalimat yang tak pantas,"ungkapnya.
Bahkan Jefri noer menceritakan lahan yang telah dipagar tersebut seluas hampar hampir 1 Hektar. "Lahan itu secara keseluruhan seluas 4.5 Hektar yang akan di didirkan PKS bekerjasama dengan investor dari Malaysia, bahkan lahan ini sudah diurus dan dibeli oleh Yurnalis,"terangnya.
Sementara itu Feri salah seorang ajudan yang ikut ke lokasi saat kejadian tersebut saat jumpa pers mengungkapkan bahwa ia mengacungkan senjatan ke atas."Saya tidak mengarahkan senjata ke warga tersebut akan tetapi saya acungkan ke atas,"terangnya.
"Ini saya lakukan karena warga tersebut telah menghadang bahkan mereka juga membawa parang, selaku ajudan saya bertanggung jawab untuk melakukan pengamanan dan menjaga keselamatan Bupati,"tuturnya.
Saat jumpa pers tersebut juga hadir beberapa warga Pulau Birandang yakni Yurnalis, Zulpendri anak dari Ali Akbar pemilik tanah pertama. Yurnalis juga sempat melihatkan surat kepemilikan tanah yang ia beli dari Ali Akbar.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

