Korban Mutilasi Asal Duri Dikenal Berkepribadian Tertutup
Rabu, 13 Agustus 2014 16:07 WIB
DURI - Korban penculikan, sodomi dan mutilasi asal Kota Duria, Kecamatan Mandau, Bengkalis Muhammad Hamdi (8) dan Muhammad Akbar (7) yang ditemukan sudah berbentuk tulang berulang di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP), ternyata diketahui memiliki sikap pendiam dan jiwa tertutup kan kesehariannya.
Hal tersebut terkuak setelah riauterkini.com menyambangi sekolah kedua korban tersebut. Sekolah Dasar (SD) Negeri 47 Kelurahan Air Jamban dan SDN 30 Kelurahan Duri Barat.
" Keseharian Hamdi setau saya tidak pernah bermasalah disekolah ini. Dia sangat pendiam dan terkesan tertutup akan setiap permasalahan yang dihadapi," tutur Kepala Sekolah SDN 47, Jamaluddin didampingi Nilawati yang mengaku sebagai wali kelas Korban Hamdi saat berbincang dengan riauterkini.com, Rabu (13/8/14).
Ditempat terpisah, berbeda terbalik dengan keseharian M. Akbar, Menurut Yunita yang juga pernah menjadi wali kelas Akbar menuturkan bahwa akbar justru super aktif dan senang bergaul. Meski super aktif, namun seluruh perangkat sekolah merasa kehilangan dengan sikap periang Akbar.
" Kami sangat kehilangan Akbar dan tidak menyangka kepergiannya sangat tragis sekali dan kami meminta agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya," pinta Yunita didampingi Kepala Sekolah SDN 30, Zainal Abidin.
Kini, kedua bocah yang memiliki sikap berbeda tersebut hanya tinggal kisah dan kenangan semata. Namun banyak pihak dinegeri penghasil minyak bumi ini yang menyesalkan dengan kepergian dua bocah yang menjadi korban kekejaman pelaku.***(hen)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

