Belum Ada Perundingan dengan Demonstran,
Manajemen PT Medco Paksa Keluarkan 6 Unit Mobil Tengki
Senin, 30 Juni 2014 15:38 WIB
PANGKALANKERINCI - Enam unit mobil tengki yang disandra demonstran bermuatan minyak mentah akhirnya dikeluarkan paksa oleh pihak manajemen PT Medco, Ahad siang sekira pukul 12.00 wib.
Tak pelak, kondisi ini membuat perwakilan demontran merebut blok Kampar marah besar. Pasalnya, belum ada perundingan anatara pihak demonstran dengan manajemen PT Medco.
"Infonya memang begitu. Tadi siang manajemen PT Medco main paksa saja dan mengeluarkan enam unit mobil tengki yang kita tahan pada saat unjuk rasa Sabtu lalu," terang perwakilan unjuk rasa dari IKMPI, Hipmawan Pekanbaru, Ryan Ade Putra, yang menghubungi riauterkini.com, Ahad malam, (29/6/14).
Aksi main paksa yang dilakukan manajemen PT Medco ini kata Riyan justru tambah melukai perasaan masyakat Kabupaten Pelalawan. "Kondisi ini, bukannya, nambah menenangkan suasasana, justru akan menambah sakit perasaan masyarakat," paparnya.
Kenapa tidak. Jelasnya, ditengah upaya, masyarakat ingin mencari duduk persoalan mereka (PT Medco red) berbuat seenak perutnya saja. "Kini masyarakat semakin muak. Kok main-main paksa. Coba mereka datang, dudukkan persoalannya, pasti kita terima. Tidak dengan main paksa seperti ini," imbuhnya lagi.
Kawan-kawan sepakat, tambahnya, jika tidak ada tanda-tanda titik terang terhadap persoalan ini, bakal menggalang kekuatan dan massa yang lebih besar lagi. "Kita akan turun lagi dengan massa yang lebih besar," ancamnya.
Sebagai data tambahan, enam unit mobil tengki bermuatan minyak mentah milik PT Medco sebelumnya disandra oleh pengunjuk rasa. Mobil ini disandra sebagai bentuk protes terhadap pihak terkait, terhadap keinnginan masyarakat Pelalawan untuk merebut blok Kampar.
Manajemen PT Medco ketika dimintai tanggapan terkait aksi masyarakat Pelalawan hingga penyandraan enam unit mobil tengki memilih bungkam.
Wartawan sudah meminta komfirmasi kepada Humas PT Medco, Darwis tidak bersedia mengangkut telepon genggamnya, begitu juga pesan singkat yang disampaikan juga tidak mendapat jawaban. ***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

