Pemkab Meranti Diminta Jeli Penggunaan Ijazah Palsu
Jumat, 17 Januari 2014 14:59 WIB
SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan jeli dan teliti terkait penggunaan ijazah palsu oleh para pegawai yang sudah bekerja dan akan bekerja di jajaran pemerintahan. Terutama bagi para pegawai yang menjadi honorer namun memiliki posisi strategis.
“Kita berharap bagi siapapun yang bekerja di jajaran Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti harus sesuai dengan data dan fakta hukum. Sehingga baik daerah maupun negara tidak akan dirugikan nantinya dari praktik yang tidak dibenarkan tersebut.
Untuk itu kepada instansi terkait agar selektif melakukan verikasi terhadap data yang diberikan. Sehingga tidak ada posisi yang ditempati oleh orang yang tidak tepat.
"Jika hal ini terjadi maka akan merusak sistem dan pola penyelenggaraan pemerintahan itu,”ungkap Ramlan, selaku Ketua Yayasan Pejuang Meranti, kepada wartawan, kemarin menanggapi adanya dugaan penggunaan data yang tidak valid itu.
Disebutkannya, Meranti sebagai daerah otonom baru di Provinsi Riau, sangat mungkin terjadinya pemalsuan data-data pegawai. Namun hal itu akan bermuara pada tindakan melawan hukum.
Untuk itu, kita minta kepada BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan), dan pihak terkait yang pada posisi menerima pegawai untuk honorer sekalipun, agar senantiasa cermat dan selektif untuk tidak sampai kecolongan,”sebutnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

