• Home
  • Hukrim
  • Polda Riau Gelar Penyuluhan Waspadai Penculikan Bocah

Polda Riau Gelar Penyuluhan Waspadai Penculikan Bocah

Selasa, 12 Agustus 2014 19:04 WIB

PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau telah menggelar penyuluhan ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus penculikan bahkan pelecehan seksual disertai dengan pembunuhan atau mutilasi.

"Sudah sejak lama kepolisian membuat program antisipasi itu, bahkan tahun ini untuk kegiatan preentif terus digencarkan guna mengantisipasi kasus penculikan dan pembunuhan," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Selasa (12/8) siang.

Pernyataan Guntur tersebut menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan empat pelaku terhadap tujuh korban laki-laki yang juga dimutilasi.

Empat pelaku yang telah diamankan adalah MD (20) selaku otak pelaku, kemudian DP (17), S (26) dan DD (19) yang turut serta membantu kejahatan itu.

Ia mengatakan, Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Polda Riau sejauh ini masih terus memberikan penyuluhan terhadap sejumlah kalangan masyarakat dalam upaya antisipasi penculikan anak.

AKBP Guntur mengatakan, penyuluhan dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah dan pesantren yang ada di tiap kabupaten/kota.

"Kami mengharapkan masyarakat dapat bersama-sama dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan di daerahnya masing-masing," katanya.

Kalau ada pendatang baru yang tak dikenal, kata dia, sebaiknya untuk dilakukan pendataan dan melaporkannya ke Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW).

Masyarakat kata Guntur, juga diharapkan untuk bisa bersama-sama mengawasi lingkungan, dan senantiasa mengawasi anak-anak saat bermain.

"Berikan nasehat kepada anak-anak agar tidak menerima begitu saja iming-iming oleh orang tak dikenal yang ada di sekitar lingkungan," katanya.

Kalau ada yang mencurigakan, demikian Guntur, warga bisa langsung melaporkannya ke pihak kepolisian setempat.***(mcr-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar