Polisi Telusuri Dugaan Malpraktik Bidan DW Lewat Rekam Medis
Rabu, 05 Februari 2014 14:45 WIB
PEKANBARU - Aparat Kepolisian Daerah Riau masih mempelajari rekam medis korban malapraktik di rumah sakit untuk dijadikan sebagai landasan mengungkap dugaan malapraktik oleh bidan DW, warga Kecamatan Mandau, Bengkalis. Terlapor juga merupakan seorang lembaga swadaya masyarakat bidang kesehatan.
"Informasi terakhir rekam medis sudah diminta ke rumah sakit tempat korban sebelumnya sempat dirawat dan diperiksa," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (5/2/2014).
Sementara itu, kata dia, penyidik di Polres Kabupaten Bengkalis juga terus menindaklanjuti kasusnya dengan memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga korban (pelapor) dan terlapor. "Yang pasti kasusnya akan ditindaklanjuti," kata Guntur.
Dugaan malapraktik oleh DW sebelumnya dilaporkan oleh Nasril (52), keluarga korban. Kasus tersebut dilaporkan telah menyebabkan kematian seorang ibu, Novi Silawati dan bayi yang dikandungnya.
Namun terkait itu, Bidan berinisial DW, warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis sebagai terlapor dalam kasus tersebut sempat membantahnya.
Pelapor dalam keterangannya di kepolisian sebelumnya menyatakan, bahwa kronologi kejadian berawal ketika korban melakukan pemeriksaan kandungan anak keduanya ke dokter Erry Franto di sebuah rumah sakit.
Saat itu, menurut pangakuan saksi, hasilnya korban dinyatakan tidak bisa melahirkan secara normal dan harus dilakukan tindakan operasi mengingat posisi bayi dalam keadaan miring atau sungsang.
Selesai pemeriksaan itu, kata saksi, korban kemudian pulang menuju rumahnya yang berlokasi di Jalan Cantik Manis, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Namun di tengah perjalanan, demikian saksi sekaligus pelapor, korban bertemu dengan DW, seorang bidan di daerah itu dan melakukan pertolongan melahirkan secara normal. "Saat itu saya hanya berniat untuk menolong dia (korban) dan itu juga atas dasar persetujuan pihak keluarga. Tidak ada pemaksaan," kata bidan DW saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Kasus dugaan malapraktik tersebut dilaporkan ke Polda Riau sejak beberapa bulan lalu dan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau dan juga Polres Bengkalis.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

