• Home
  • Sosial
  • Pengamat Medis: Pengetahuan Minim Penyebab Malapraktik

Pengamat Medis: Pengetahuan Minim Penyebab Malapraktik

Rabu, 05 Februari 2014 14:42 WIB

PEKANBARU - Seorang pengamat kesehatan (medis) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau berpandangan kasus-kasus malapraktik atau kesalahan dalam medis terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya yakni pengetahuan yang minim.

"Untuk diketahui bahwa semua tindakan itu ada indikasinya, termasuk juga mengapa pasien tersebut harus dioperasi," kata Ketua IDI Wilayah Riau, dr Nurzelly Husnedi kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (5/2/2014).

Makanya, demikian Nurzelly, seorang dokter itu dituntut untuk bekerja sesuai dengan pengetahuannya dan tidak boleh dilebih-lebihkan. Pada intinya, lanjut kata dia, bahwa setiap indikasi harus menjadi tolok ukur untuk dilakukannya upaya medis yang maksimal.

Namun demikian, kata dia, pasien memiliki hak untuk dirinya sendiri termasuk dalam halpenanganan medis. Pernyataan Nurzelly adalah tanggapan atas maraknya kasus dugaan malapraktik yang dilaporkan masyarakat di kepolisian.

Salah satu perkara yang saat ini masih dalam proses di Polda Riau adalah dugaan malapraktik yang dilakukan oleh bidan berinisial DW, dia juga merupakan aktivis dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang kesehatan di Kecamatan Mandau, Bengkalis.

Dugaan malapraktik oleh DW sebelumnya dilaporkan Nasril (52), keluarga korban. Kasus tersebut dilaporkan telah menyebabkan kematian seorang ibu, Novi Silawati dan bayi yang dikandungnya.

Namun terkait itu, Bidan berinisial DW sebagai terlapor dalam kasus tersebut sempat membantahnya. Pelapor dalam keterangannya di kepolisian sebelumnya menyatakan, bahwa kronologi kejadian berawal ketika korban melakukan pemeriksaan kandungan anak keduanya ke dokter Erry Franto.

Saat itu, menurut pangakuan saksi, hasilnya korban dinyatakan tidak bisa melahirkan secara normal dan harus dilakukan tindakan operasi mengingat posisi bayi dalam keadaan miring atau sungsang.

Namun DW menurut pelapor justru menyarankan korban untuk melahirkan normal di kliniknya. Korban dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit oleh DW, namun akhirnya meninggal dunia bersama janin yang dikandungnya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar