• Home
  • Hukrim
  • Polres Kuansing Terangkan Awal Mula Terjadi Kerusuhan di Benai

Polres Kuansing Terangkan Awal Mula Terjadi Kerusuhan di Benai

Selasa, 06 Juni 2017 16:37 WIB
KUANSING - Bentrokan antar pemuda di Kecamatan Benai tadi malam mengakibatkan sejumlah orang luka luka dan tiga unit sepeda motor dibakar. Dalam bentrokan tersebut para perusuh ada yang menggunakan parang dan kayu sebagai senjata. 

Lantas bagaimana awal mula kejadian tersebut? Begini penuturan Kapolres Kuansing, AKBP Dasuki Herlambang melalui Kasubag Humas AKP Lumnan kepada wartawan. 

Awal bentrok bermula pada pukul 22.15 WIB. Saat itu Tere, Rifki dan Deo yang merupakan pemuda Siberakun lagi duduk di SDN 005 Desa Siberakun. 

Beberapa saat kemudian datang pemuda Simandolak yang berjumlah sekitar 30 orang dengan membawa kayu dan parang. Saat itu mereka langsung memukul ketiga pemuda Siberakun yang lagi duduk itu. 

Melihat kedatangan pemuda Simandolak yang menyerang kemudian warga Siberakun berdatangan menolong warga mereka yang dikeroyok tersebut. 

Karena terjadi perlawanan katanya, para pemuda Simandolak melarikan diri dan 3 unit sepeda motor milik pemuda Simandolak tertinggal dan kemudian dirusak dan dibakar. 

Diakui Lumban ada tiga korban usai terjadi bentrokan yaitu, Deo Prasetyo (16) mengalami muka memar-memar. 

Rifky Gunawan (19) mengalami luka di kepala sebelah belakang dan Rere (13) yang menderita memar pinggang. 

Ketiga korban ini merupakan warga Simandolak. Sementara tiga motor milik warga Simandolak yang dirusak dan dibakar masing-masing 2 unit honda Mio dan 1 unit honda Supra. 

Ketiga korban sempat dirawat di RSUD tadi malam, namun saat ini Para sudah pulang kerumah masing-masing.

Untuk mencegah bentrokan susulan kata Lumban, Selasa (6/6/17) sekira pukul 00.30 Wib bertempat di Polsek Benai telah dilakukan mediasi antara masyarakat Simandolak dan Siberakun. 

Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kuansing, Kompol Mahmudin didampingi Kasat Reskrim AKP Johari dan Kasat Intelkam AKP Deni Afrial serta dihadiri Kades Siberakun, Kades Simandolak dan para tokoh masyarakat. 

"Kita minta kedua belah pihak dan tokoh-tokoh masyarakat sama-sama menahan diri dan menciptakan kedamaian apalagi ditengah bulan Ramadhan," harap Lumban.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Tawuran
Komentar