Ratusan Buruh Mitra CPI Kepung Kantor Camat Mandau
Rabu, 12 Februari 2014 20:18 WIB
DURI - Dianggap tidak dapat menegakkan aturan hukum ketenagakerjaan, Rabu (12/2/14), ratusan buruh dari gabungan perusahaan mitra PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis mendatangi Kantor Camat Mandau. Mereka mendesak agar Camat Mandau H Hasan Basri, segera melaporkan hal tersebut kepada Bupati Bengkalis.
Ujuk rasa yang digalang Serikat Buruh Riau Independent (SBRI) dan diketauai oleh Agen Simbolon tersebut, sempat dihiasi aksi bakar baju seragam kerja. Aksi tersebut berjalan tertib tanpa tindakan anarkis, dan dijaga ketat oleh pihak Kepolisian yang didatangkan dari Polres Bengkalis, Polsek Mandau dan Polsek Pinggir.
"Kami mohon Bapak Camat Mandau dapat melaporkan kepada Bapak Bupati Bengkalis sehingga Bapak Bupati Bengkalis bisa menyelesaikan pembayaran hak-hak buruh yang tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bengkalis," tegas Agen Simbolon dalam orasinya.
Selain berorasi menyampaikan berbagai keluhan dan tuntutannya, kalangan buruh juga melakukan sejumlah aksi di halaman kantor pemerintahan tersebut berupa aksi memasang tungku untuk memasak. Kalau aspirasi mereka tak juga ditanggapi, mereka mengancam akan terus bertahan disana.
Camat Mandau H Hasan Basri yang menerima tuntutan buruh tersebut mengaku akan segera menyampaikan keluhan dan tuntutan tersebut kepada Bupati Bengkalis dalam waktu secepatnya.
"Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat Mandau, selaku camat saya ikut bertanggung jawab. Hari ini juga saya ke Bengkalis untuk menyampaikan hal ini. Mudah-mudahan sebelum tanggal 23 Februari nanti, para buruh bisa duduk bersama dengan Bupati untuk menyampaikan langsung keluhannya," janjinya.
Didampingi Kapolsek Mandau Kompol Jose DC Fernandes, Camat H Hasan Basri juga menggelar pertemuan khusus dengan pengurus SBRI serta perwakilan buruh dari sejumlah perusahaan di ruang rapat Kantor Camat Mandau. Dalam pertemuan itu, SBRI dan buruh menumpahkan seluruh unek-unek mereka.
Agen Simbolon juga memaparkan enam poin tuntutan mereka. Pertama, bayar kekurangan upah UMSP Migas Riau 2013 di PT Multi Structure, PT WIS, dan PT SIC. Kedua, bayar upah buruh PT Multi Coad periode Agustus 2013 hingga Februari 2014.
Ketiga, bayar kekurangan upah buruh PT Parerina periode Juli 2013 hingga Januari 2014. Keempat, bayar kekurangan upah buruh PT PKN periode Desember 2013 hingga Januari 2014.
Kelima, bayar pesangon 100 orang karyawan PT Multi Structure yang di-PHK massal Januari 2014. Dan keenam, menuntut kejelasan status buruh subkontraktor yang dipekerjakan di bawah naungan PT Multi Structure, PT WIS, dan PT SIC.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan buruh tersebut masih tampak bertahan di Kantor Camat. Terlihat tenda berwarna biru berdiri kokoh sembari dikawal puluhan Satuan Polisi Pamong Praja dan gabungan Polisi.***(hen)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

