• Home
  • Hukrim
  • Satu Pendaki Pelajar SMP Masih Hilang saat Gunung Marapi Erupsi

Satu Pendaki Pelajar SMP Masih Hilang saat Gunung Marapi Erupsi

Senin, 05 Juni 2017 19:31 WIB
PEKANBARU - Sebanyak 16 orang terdiri dari mahasiswa pelajar dan pekerja wiraswasta asal Pekanbaru Provinsi Riau sempat hilang kontak saat melakukan pendakian Gunung Marapi Nagari Koto Baru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Mereka diduga tersesat di objek wisata alam gunung tersebut.

"Iya benar. Ini dikarenakan adanya erupsi abu vulkanik sehingga mereka terpisah dan tersesat. Sampai hari ini petugas di sana masih melakukan pencarian seorang pelajar Kabupaten Kuantan Singigi tersebut," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger kepada merdeka.com, Senin (5/6).

Tim SAR dna BPBD masih melakukan pencarian terhadap satu orang pelajar yakni Yandri (15) Pelajar SMP asal Pulau Inggu Kecamatan Benai kabupaten Kuansing.

"Satu orang lagi atas nama Yandri seorang pelajar hilang. ‎Dia barangkali terpisah dari teman-temannya sesama pendaki. Saat ini petugas masih melakukan pencarian," kata Edwar.

Edwar menceritakan, pada Sabtu (3/6) sekitar pukul 06.00 Wib, sebanyak 16 orang pendaki melakukan pendakian di Gunung Marapi. 

Kemudian pada Minggu (4/6) sekitar pukul 11.00 Wib, didapat informasi dari masyarakat bahwa 16 orang pendaki itu tersesat. Mereka terpisah dari teman-temannya setelah gunung tersebut erupsi mengeluarkan abu vulkanik.

"Lalu dilakukan koordinasi dengan penjaga pos Gunung Merapi, dan ternyata benar. Sampai sekarang belum ada yang turun. Pengelola berusaha untuk menjemput para pendaki tersebut terkait dengan ada letupan abu vulkanik sekitar pukul 10.00 Wib," kata Edwar.

Sekitar pukul 21.45 WIB, tujuh orang pendaki sudah berhasil turun. Mereka di antaranya Roby, Tander, Irwandi, Dwi Puspita, Roky, Ahmad Afis, dan Agus Riadi. tak berselang lama, delapan orang pendaki ikut menyusul turun dari gunung dan diselamatkan Tim SAR.

(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar