Sosok Pratu Wahyudi, Taat Jalankan Tugas dan Ibadah
Selasa, 23 Agustus 2016 19:58 WIB
DUMAI - Sosok Pratu Wahyudi, anggota TNI Angkatan Darat dari Kesatuan Den Arhanud Rudal 004 Dumai merupakan prajurit yang taat menjalankan tugas dan ibadah semasa hidupnya.
Penegasan disampaikan langsung Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, M.Si (Han), saat memberikan penghormatan terhadap jasad Pratu Wahyudi yang gugur dalam menjalankan tugas memadamkan Karlahut di RSUD Kota Dumai, Selasa (23/8/16).
"Semasa hidup dan mengabdi sebagai anggota militer, Pratu Wahyudi dikenal sebagai sosok yang patuh mejalankan tugas dan taat beribadah," kata Brigjen TNI Nurendi, kepada media ini.
Dikatannya, Pratu Wahyudi bergabung di TNI Angkatan Darat sudah enam tahun lamanya. Selama pengabdiannya sebagai anggota militer, Wahyudi dikenal sebagai sosok ramah dan mudah membantu rekan-rekannya.
"Kita berduka. Prajurit TNI kita telah gugur dalam melaksanakan tugas. Kita benar-benar mengorbankan semuanya, tidak hanya waktu, tenaga, fisik dan pikiran, melainkan jiwa raga demi tidak terjadinya kebakaran dan asap," sebutnya.
Dia meyakinkan, duka tersebut mestinya tak membuat seluruh prajurit patah semangat. Sebab, perjuangan untuk membuat Riau bebas asap harus terus berjalan sesuai amanah Presiden RI Joko Widodo.
"Yang jelas bagi saya, hal tersebut sebagai pembuktian dari wujud semangat juang semua pihak. Prajurit yang lain jangan sampai patah semangat. Dan untuk almarhum, kita berikan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan dan pengorbanannya," singkatnya.
Pratu Wahyudi ditemukan sudah tak bernyawa siang tadi menjelang Zuhur, tak jauh dari titik ia menghilang. Saat itu kondisi almarhum sudah terbakar, namun masih bisa dikenali oleh tim yang melakukan pencarian.
Informasinya Jasad Pratu Wahyudi rencananya akan dibawa ke Pekanbaru dan setelah itu dibawa ke rumah duka yang berada di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur, untuk dikebumikan.
Orangtua Pratu Wahyudi Syok
Meninggalnya Pratu Wahyudi saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau menyisahkan duka yang mendalam bagi keluarga besar.
Ibu dari Pratu Wahyudi, bernama Murtini masih syok mendengar kabar putra kesayanggannya meninggal dunia.
"Iya istri saya masih syok dapat kabar putra kami meninggal. Dia anak kesayangan kami," kata Warni Weton Wahyudi, ayah dari Pratu Wahyudi ketika dihubungi wartawan, Selasa (23/8/16).
Saat ini, keluarga masih menunggu kepulangan Pratu Wahyudi di Magetan, Jawa Timur. Dia mengatakan bahwa Pratu Wahyudi merupakan anak pertama dari empat bersaudara.
Pihak keluarga terkejut dan terpukul mendengar kematian anaknya. "Dia anak baik dan penurut, saya, istri dan ketiga adiknya sangat terpukul mendengar kabar ini. Padahal kami sudah merindukan dia," tuturnya.
Semenjak anaknya hilang, pada 18 Agustus 2016, keluarga selalu berdoa untuk keselamatan Pratu Wahyudi. "Tapi bagimana lagi, Tuhan berkehandak lain," ucapnya.
Pratu Wahyudi ditemukan di hutan di Kecamatan Bangko Kabupaten Rohil, setelah enam hari hilang. Kondisi korban ditemukan dalam keadaan gosong terbakar.
(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

