• Home
  • Hukrim
  • Walikota Dumai Bakal Cek Ulang Penyaluran Dana Bansos

Beredar Kabar Terjadi Pemotongan,

Walikota Dumai Bakal Cek Ulang Penyaluran Dana Bansos

Selasa, 29 Oktober 2013 13:55 WIB

DUMAI - Walikota Dumai, Khairul Anwar bakal melakukan pengecekan ulang soal dana bantuan sosial (Bansos) di Bagain Kesra Sekretaris Kota Dumai, yang dikabarkan telah terjadi pemotongan oleh sejumlah oknum sebelum disalurkan kepada penerimanya.

Walikota Dumai menyarankan, dalam penyerahan dana Bansos kedepannya harus ada tandatanganya sebelum diserahkan kepada penerimanya. Apalagi menurut dia, menyangkut bantuan untuk rumah ibadah dan pertanggung jawabannya bukan kepada negara melainkan kepada Allah SWT.

"Besok dalam penyerahan dana Bansos harus disertai tandatangan langsung oleh penerima di depan saya. Kalau perlu dibuatkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan dana Bansos tersebut, sehingga benar-benar sesuai penggunaannya," ungkap Walikota Dumai, Khairul Anwar, Selasa (29/10/13).

Sebelumnya, desas-desus kabar penyunatan dana bantuan sosial (Bansos) untuk rumah ibadah yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota Dumai melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Walikota Dumai, kian santer terdengar.

Yang lebih mencengangkan lagi, pemotongan dana bansos tersebut dikabarkan melibatkan oknum anggota dewan dan oknum pegawai negeri sipil di instansi pengucuran dana itu.

Ironisnya lagi, modus pemotongan dana Bansos tersebut dilakukan sebelum pengesahaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) disahkan oleh Legislatif dan Eksekutif.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan, pemotongan dana bansos rumah ibadah itu mulai dari Rp20 hingga Rp30 juta per rumah ibadah. Kejadian ini sendiri sudah tersiar sejak tahun 2011 lalu.

Menanggapi persoalan ini, sejumlah anggota dewan Tito Gito, mengaku sudah mendapatkan informasi sejak lama soal pemotongan dana bansos yang dikucurkan Bagian Kesra.

"Sudah lama saya mendengar masalah ini, tapi belum pernah mendapatkan laporan dari masyarakat. Oleh karena itu kita minta kepada pihak Kesra agar bisa meminimalisir hal ini," kata Tito Gito, kepada sejumlah awak media, Ahad (27/10/13).

Politisi PDI Perjuangan ini meminta kepada Walikota Dumai dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) agar lebih selektif dalam menguncurkan bantuan sosial (Bansos) terutama untuk Mushola dan Masjid.

Karena, menurut politisi PDI Perjuangan, pemangkasan terhadap dana Bansos kerap terjadi setiap pengucuran berlangsung. Namun demikian, pihaknya juga mengharapkan lembaga penerima bansos diberikan pembekalan terlebih dahulu.

"Kita minta Walikota Dumai dan Bagian Kesra agar mengantisipasi pemotongan dana bansos untuk Musholla, Masjid, TPA, TK, PAUD dan sebagainya oleh oknum-oknum manapun," ujarnya

Selain itu kata Tito, untuk penerima Bansos tersebut hendaknya dibekali pemahaman terhadap pertanggung jawaban sesuai dokumen dan tandatangan juga diberikan bekal administrasi untuk pertanggung jawaban yang diterima.

"Penerima hendaknya diberikan bekal pemahaman terhadap pertanggung jawaban sesuai anggaran yang diterima, serta pemahaman terhadap kelengkapan administrasi oleh pemerintah," ungkapnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar