2 Tahun Terakhir, 18 Ekor Gajah Mati di Riau

Kamis, 09 Januari 2014 20:30 WIB

PEKANBARU - Data WWF menyebutkan bahwa 2 tahun terakhir ini, 2012-2013, tercatat sedikitnya ada 28 ekor gajah Sumatera (elephas maximus sumatrae) yang mati. 15 ekor gajah mati di tahun 2012 dan 13 ekor mati di 2013. Dari jumlah itu, Pelalawan menjadi kabupaten tertinggi.

Bahkan, pada 2012 lalu, dari 15 ekor gajah yang ditemukan mati, hanya 3 ekor yang ditemukan mati di kabupaten lain. Sisanya, mati di Kabupaten Pelalawan.

"Gajah-gajah yang ditemukan mati di tahun 2012 lalu, 12 ekor di Kabupaten Pelalawan, 1 ekor di Koto Tengah Rohul, 1 ekor di Pinggir, Bengkalis dan 1 ekor di Koto Garo, Tapung Hilir Kampar," terang Humas WWF Program Riau Syamsidar, Kamis (9/1/14).

Tahun 2013, jumlah gajah mati menurun sedikit dibandingkan dengan tahun 2012. Hanya sekitar 13 ekor. Pelalawan lagi-lagi menjadi kabupaten tertinggi ditemukan gajah yang mati.

Dari 13 ekor gajah yang ditemukan mati di tahun 2013 lalu, hanya 1 ekor yang ditemukan di Pinggir, Bengkalis. Sisanya sebanyak 12 ekor ditemukan di Kabupaten Pelalawan.

"Dari 28 ekor gajah yang mati di Riau, 14 ekor mati karena racun. Sisanya karena konflik dan tidak diketahui penyebabnya," terang Samsidar.

Ia berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dengan tim flying squad WWF untuk melakukan pengusiran gajah dari area pemukiman dan perkebunan. Agar tidak ada lagi konflik manusia-gajah dan perlindungan perkebunan yang memakan korban kematian gajah ataupun manusia.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar