• Home
  • Lingkungan
  • Atasi Abrasi, Bengkalis Minta Pemecah Gelombang Laut ke Pusat

Atasi Abrasi, Bengkalis Minta Pemecah Gelombang Laut ke Pusat

Roni Pratama Senin, 26 April 2021 13:53 WIB
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Riau meminta pemecah gelombang laut kepada Pemerintah Pusat untuk sejumlah pulau di Negeri Junjungan.

Bupati Bengkalis melalui Wabup Bagus Santoso mengutarakan keluh kesah masyarakat di sekitaran pantai yang berhadapan dengan laut lepas yang mengalami abrasi.

Contohnya pada masyarakat Desa Teluk Papal, yang harus kehilangan lapangan bola, kuburan, perkebunan hingga rumah penduduk yang tergerus oleh ombak pantai.

“Rata-rata yang habis karena ombak pantai ya hampir 1 kilo meter lebih. Kalau sudah seperti ini kami mohon diusahakan bagaimana solusinya, masyarakat sudah berusaha membendung secara manual namun habis,” ujar salah seorang masyarakat Somingan, saat Wabup Bengkalis, Bagus Santoso meninjau lokasi Pantai Teluk Papal, Minggu (25/4) kemarin.

Bagus Santoso mengatakan, selain berdampak pada masyarkat, adanya abrasi ini menyebabkan upaya penanaman mangrove berulang kali gagal.

“Akan sia-sia menanam mangrove apabila tidak dikasih batu pemecah, ketika dikasih batu pemecah agak menjorok sekitar 100 meter, maka nanti di belakangnya akan tumbuh mangrove dengan sendirinya,” ujar Bagus.

Abrasi di wilayah Negeri Junjungan menurutnya sudah cukup parah. Abrasi itu terjadi pada hampir sepanjang bibir pantai. Pembangunan pemecah gelombang tersebut diharapkan menggunakan dana APBN. Pasalnya, pembangunan untuk mengatasi abrasi memerlukan dana yang cukup besar.

Menurutnya, perlu adanya kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat. Maka wabup meminta agar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) turut menyampaikan kepada Pemerintah Pusat.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengalami masalah pendanaan, apalagi malah abrasi sudah kewenangan Jakarta. Masyarakat telah kehilangan kuburan, sudah kehilangan kebun, pokok kelapanya, kami harap Jakarta mendengar rintihan masyarakat. Apalagi ini adalah pulau terdepan yang di depan itu, di seberang tidak sampai satu jam sudah sampai Malaka," tutup Bagus.

Wakil Ketua DPRD ini menyampaikan, selama satu tahun 3 sampai 7 meter tanah tergerus, bahkan di Pantai Meskom 3 sampai 10 meter hilang karena abrasi.

Maka dari itu, ada kekhawatiran apabila pemerintah tidak bergerak cepat mengatasi ini, pulau akan habis, dan kemungkinan akan tenggelam.

“Mari kita atasi bersama, terutama kami bersinergitas dengan pemerintah pusat Jakarta, Pak menteri, Buk Menteri, Presiden, monggo kita turun ke Pulau Bengkalis, yang mana pulau ini berhadapan dengan selat Malaka. Jangan sampai pulai ini habis,” ajak Bagus. 

Turut ikut dalam peninjauan tersebut, Kepala BB KSDA Riau Suharyono, Sekretaris Bappeda Rinto, Sekretaris Kominfo Adi Sutrisno, Kabid Pariwisata Zubari, Camat Bantan Supandi, Kabid Wilayah II BB KSDA Heru Sumantoro dan Pengendali Ekosistem Hutam BB KSDA Bastianto.
Tags AbrasiBagus SantosoBengkalis TerkiniBerita BengkalisWabup Bengkalis
Komentar