Banjir Rob Rendam Lahan Holtikultura di Selatpanjang

Senin, 20 Januari 2014 14:21 WIB

SELATPANJANG - Banjir rob atau banjir pasang laut akhir-akhir ini cukup tinggi hingga merendam ratusan hektar lahan tani Holtikultura di Desa Gogok yang terkenal sebagai penyuplai sayur-mayur untuk masyarakat Selatpanjang. Akibatnya petani mengalami kerugian karena gagal panen.
 
"Harusnya pada tahun baru kemarin kami bisa menikmati hasil panen jagung, namun gagal semua ludes terendam air laut," ungkap Suprianto, ketua Kelompok Tani Bumi Asih, Desa Gogok Darussalam.
 
Menurut Suprianto, luas lahan yang ditanami jagung, pare, kacang panjang, terong, cabe dan jenis holtikultara lainnya mencapai ratusan hektar. Walaupun ada beberapa sayuran yang masih bisa tumbuh, namun hasilnya tidak bisa dijual ke pasar. 

"Kalau sudah begini kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memanfaatkan sisa tanaman untuk dikonsumsi sendiri," imbuh Suprianto yang pernah meraih penghargaan petani terbaik tingkat Nasional ini.
 
Dijelaskan Suprianto, jika lahan sudah terendam air laut, maka butuh waktu satu tahun untuk memulihkan kondisi tanah tersebut. Petanipun menjadi putus asa, karena untuk pulih setahun mendatang mereka kembali mengalami banjir rob lagi.
 
Setakat ini, tambahnya, petani secara swadaya membuat tanggul dari tanah. "Tapi biasanya tanggul tersebut tidak bisa bertahan lama, dan air asin tetap meresap, Kita berharap pemerintah segera membangun tanggul permanen sepanjang 5 km," harapnya. 

"Hal ini sudah sering kita sampaikan kepada pemerintah maupun anggota DPRD Meranti yang hebat-hebat itu, tapi pada tuli semua. Mudah-mudahan sebelum pemilu sudah ada tanggapan," imbuhnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar