- Home
- Lingkungan
- Danrem 031 Wirabima Tinjau Lokasi Cetak Sawah di Meranti
Danrem 031 Wirabima Tinjau Lokasi Cetak Sawah di Meranti
Kamis, 04 Februari 2016 18:24 WIB
MERANTI - Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Nurendi, MSi (Han),Rabu (3/2/2016) siang kemarin meninjau lokasi pemetaan cetak sawah di Kabupaten Kepulauan Meranti, tiba melalui udara, Danrem langsung ke Lokasi lahan di Pulau Rangsang bagian barat.
Peninjauan lokasi oleh Danrem Brigjen TNI Nurendi tersebut menjelang sosialisasi kepada seluruh petani oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantio di Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti pada, Rabu (10/2/2016) mendatang.
Kegiatan ini merupakan tindaklanjut kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD untuk mencetak 1.400 Hektar (Ha) lahan sawah di 15 desa yang ada dienam kecamatan di Kabupaten Meranti, dalam rangka mensukseskan swasembada pangan 2017.
Danrem meminta kepada pemerintah daerah maupun kelompok tani setempat untuk menyampaikan kendala serta kekurangan peralatan yang akan dibutuhkan nanti.
Danrem juga menyarankan agar tanggul air dibuat lebih kuat dan kokoh. Termasuk kesiapan anggota TNI AD di lapangan dalam melakukan pengawasan oleh Dandim 0303 Bengkalis, Letkol (Inf) Wachyu D.H.
"Bapak Panglima sangat merespon masalah ketahanan panganan ini. Jadi jangan ragu menyampaikan kendalanya apa saja dalam mengelola sawah serta alat seperti pompa air yang daerahnya kurang air. Biar kita minta lagi ke Pemerintah Pusat. Pemda juga bisa berhubung langsung kepada Bapak Panglima terkait masalah ini," ungkap Nurendi.
Danrem berharap, dari 1.400 Ha lahan cetak sawah yang menyebar di 15 desa itu, nantinya akan didirikan pos masing-masing dengan menempatkan satu orang anggota TNI AD. "Pos induk tetap berada di Koramil 04 Tebingtinggi," jelasnya.
Dandim 0303 Bengkalis, Letkol (Inf) Wachyu D.H mengatakan, pengerjaan cetak sawah 1.400 Ha tersebut ditargetkan akan selesai akhir Juni mendatang dengan melibatkan semua komponen. Biaya cetak sawah per Hektarnya mencapai Rp 14 juta. Idealnya Rp 20 juta untuk di lahan biasa, bukan lahan gambut.
"Anggota TNI hanya mendorong dan mengawal agar alat tetap bekerja setiap hari. Jangan ada yang menghambat. Karena deadline pengerjaan hingga akhir Juni. Dan program cetak sawah ini merupakan program pusat untuk di seluruh Indonesia," jelas Wachyu.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Julian Norwis mengatakan, pemetahan lahan cetak sawah dari 1.400 Ha itu menyebar di 15 desa yakni, untuk di Kecamatan Tebingtinggi Timur di Desa Teluk Buntal 120 Ha, Sungai Tohor Barat 50 Ha.
Kecamatan Pulau Merbau di Desa Tanjung Bunga 50 Ha. Untuk di Kecamatan Rangsang Barat yakni, Desa Melai 130 Ha, Bina Maju 150 Ha, Anak Setatah 50 Ha, Sogomeng 100 Ha, Mekar Baru 50 Ha. Kecamatan Rangsang Pesisir di Desa Kedabu Rapat 100 Ha.
Lalu di Kecamatan Rangsang tepatnya di Desa Topang 100 Ha, Repan 50 Ha, Teluk Samak 100 Ha, Penyagun 100 Ha. Dan Kecamatan Merbau di Desa Mayang sari 200 Ha, Lukut 50 Ha.
"Untuk penggunaan alatnya nanti, lahan sawah 50 Ha akan menggunakan 1 alat. Jadi kalau ada yang 150 ha, maka mereka akan menggunakan 3 alat," jelas Julian.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

