Mentan Bentuk Tim Penanggulangan Antisipasi Karhutla

Jumat, 11 Juli 2014 15:29 WIB

JAKARTA - Guna mengantisipasi seringnya kebakaran lahan, khususnya di Provinsi Riau. Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk tim penanggulangan kebakaran lahan. 

Pembentukan tim ini sebagai upaya membangun komitmen dengan perusahaan perkebunan untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan dan perkebunan yang marak terjadi.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Suswono di Jakarta, Jumat (11/7/14). Menurutnya, pembentukan tim ini guna mencegah dan pengendalian, disamping itu juga katanya, untuk membangun komitmen perusahaan perkebunan dalam melakukan pencegahan.

"Kementan ingin membangun komitmen dengan perusahaan perkebunan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran di areal perusahaan dan sekitarnya dengan membentuk tim penanggulangan kebakaran ini dan siap digerakan bila diperlukan," kata Suswono.

Politisi PKS ini mengatakan, pembentukan tim tersebut dilatarbelakangi oleh kebakaran lahan dan kebun di beberapa provinsi. Salah satu kebakaran lahan dan kebun terbesar, katanya terjadi pada bulan Maret 2014 di Provinsi Riau.

Suswono juga menjelaskan, jumlah titik api atau hot spot sampai 30 Juni 2014 tercatat ada 8.513 titik. Hot spot tersebut tersebar dibeberapa titik, yaitu 1.917 titik atau 22,52 persen di kawasan hutan, 1.579 titik atau 18,55 persen di area perkebunan, dan 5.017 titik atau 59,93 persen di area penggunahan lain.

"Sementara luas kebakaran lahan dan kebun tahun 2014 tercatat 18.673,40 hektar," sebutnya.

Mantan Anggota Komisi IV DPR ini menyebutkan, tim ini sendiri terdiri dari Brigrade Pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota. Brigrade Pusat bertugas berkoordinasi, penyusunan pedoman, dan penerapan teknologi pengendalian kebakaran lahan dan kebun. Sementara Brigade Provinsi, Kabupaten/kota bertugas sebagai orerasional pengendalian kebakaran.

"Kita berharap tim ini mampu memberikan sosialisasi kepada petani dalam penanganan kebakaran, penerapan pembukaan lahan tanpa membakar, mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok tani peduli api, dan membangun komitmen perusahaan perkebunan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran," harapnya.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar