Pembangunan Drainase Tak Mampu Atasi Banjir di Dumai

Minggu, 08 Desember 2013 12:20 WIB

DUMAI - Pemerintah Kota Dumai tahun ini memfokuskan diri melakukan perbaikan pada sistem drainase untuk menuntaskan persoalan banjir dikala musim penghujan telah tiba. Namun upaya pemerintah dalam hal ini tetap saja tidak membuahkan hasil maksimal dan bikin masyarakat di kota pelabuhan ini senang dan bangga.

Kekecewaan masyarakat Kota Dumai kian memuncak, Ahad (8/12/13). Pasalnya pada dini hari hujan lebat mengguyur kota pelabuhan dan menimbulkan banjir kian dalam saja. Hujan yang tak henti-henti ini mengakibatkan banjir dan merendam jalan maupun rumah penduduk. Ironisnya, kondisi ini lebih parah ketimbang banjir pada kesempatan sebelumnya.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan, beberapa titik kota ini seperti Jalan Hasanuddin, Jalan Diponogoro, Jalan Sultan Syarif Kasim dan Jalan Sudirman, Jalan Ombak, Jalan Dock Yard tetap saja dilanda banjir saat musim hujan seperti saat ini. Warga yang menjadi rendaman banjir, saat ini tengah disibukan menguras air yang masuk kedalam rumahnya.

"Kita tak tahu salahnya dimana pembangunan drainase ini. Semakin diperbaiki banjir malah besar dan kian mempersuram kondisi kota Dumai. Mungkin Pemko kurang pengalaman tentang cara mengatasi banjir. Atau mungkin juga upaya yang dilakukan itu cuma coba--coba," ungkap Kamaruddin, warga Jalan Diponegoro, kepada riauterkini.com.

Dikatakan Kamaruddin, bahwa program penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Dumai dengan cara perbaikkan dan pergantian drainase tidak optimal dikarenakan daya tampung air dan sistem saluran air tidak berjalan dengan baik. Apalagi, kondisi perbaikan drainase terkesan hanya mencari keuntungan dari proyek tersebut.

"Pasca drainase diperbaiki, bukan hanya jalan-jalan protokol yang diserang banjir, tapi semakin melebar hingga memasuki perumahan warga. Pemko Dumai harus serius mengevaluasi sistem drainase, jangan asal-asalan seperti ini. Semakin di perbaiki kok malah banjir kian merundung seluruh pemukiman penduduk," tungkas Kamaruddin.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar