- Home
- Lingkungan
- Pemerintah Minta Perusahaan Industri Tingkatkan Tata Kelola Hutan
Pemerintah Minta Perusahaan Industri Tingkatkan Tata Kelola Hutan
Senin, 02 Februari 2015 12:10 WIB
PEKANBARU - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) menyatakan industri bubur kayu dan kertas yang terintegrasi dengan hutan tanaman industri sebagai sumber bahan baku, harus terus meningkatkan tata kelola hutan.
"Selain itu, juga tetap memerhatikan aspek lingkungan dan sosial," kata Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono dalam pesan elektronik di terima Antara di Pekanbaru, Senin (2/2/15).
Ia mengatakan pemerintah siap mendorong dan mengawal pembenahan tata kelola kehutanan yang berjalan di setiap perusahaan.
"Ibu Menteri (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) menginstruksikan pada kami yang jadi simpul untuk memastikan aspek sosial dan lingkungan diperhatikan," katanya.
Bambang menanggapi peringatan satu tahun kebijakan pengelolaan hutan lestari "Asia Pacific Resources International Limited" (APRIL), perusahaan hutan tanaman industri dan pulp terintegrasi terbesar kedua di Asia yang berbasis di Indonesia dan memandangnya sebagai salah satu upaya positif yang sudah berjalan.
"Perbaikan tata kelola bukan tidak cuma harus dilakukan oleh APRIL, tapi semua perusahaan," paparnya, menjelaskan.
Seperti pembenahan aspek sosial dengan membuka ruang lebih luas untuk menjalin kemitraan dengan masyarakat yang memiliki izin pengelolaan kawasan hutan maupun yang belum terakomodasi dalam legal formal.
Sementara dari aspek lingkungan, salah satu dengan upaya menjaga kelestarian dalam mengelola lahan gambut secara lestari dan memastikan tidak terjadi kebakaran, ucapnya.
Menurut Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional, Endro Siswoko, APRIL mempunyai komitmen yang jelas dan tegas dalam mengelola hutan lestari di kawasan konsesinya.
"Jika dalam perjalanannya ada hal-hal yang perlu ditingkatkan, ini merupakan proses pembelajaran (continuous improvement) dari suatu komitmen penyempurnaan menuju pengelolaan hutan tanaman industri yang lestari," terangnya.
Menurut Endro, paramater paling mudah untuk melihat komitmen pengelolaan hutan lestari grup APRIL adalah bentuk investasi yang ditanamkan.
APRIL menginvestasikan jutaan dolar AS untuk membangun pabrik pulp modern, teknologi pengelolaan pulp, kertas dan riset demi kelestarian lingkungan dan kesinambungan bisnis.
Investasi itu membuat APRIL harus konsekuen menjalankan kebijakan kelestarian dengan membangun tata kelola konsesi yang berorientasi jangka panjang.
Apalagi, komitmen kebijakan pengelolaan hutan lestari yang dideklarasikan manajemen perusahaan itu terus di sorot dunia. "Mereka (APRIL -red) pasti akan mengikuti semua aturan termasuk penerapan pengelolaan hutan lestari," ucap Endro.
(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

