- Home
- Pendidikan
- Sebagian Sekolah Pekanbaru Pertahankan Penerapan Kurikulum 2013
Sebagian Sekolah Pekanbaru Pertahankan Penerapan Kurikulum 2013
Senin, 02 Februari 2015 12:12 WIB
PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Prof Zulfadil mengatakan, di wilayahnya saat ini ada sekitar 66 sekolah dari berbagai tingkatan yang masih komitmen melanjutkan penerapkan Kurikulum 13 (K13) hingga selesai.
"Rata-rata mereka yang sudah menerapkan tiga semester," kata Kadisdik Kota Pekanbaru, Prof Zulfadil, di Pekanbaru, Senin (2/2/15).
Ia menjelaskan, kebijakan untuk tetap mempertahankan kurikulum tersebut terletak pada sekolah masing-masing. Ini juga sesuai edaran Kementrian Pendidikan yang memberikan kebebasan memilih bagi Kepala Sekolah.
Pihaknya hanya mendata dan melaporkan berapa dan siapa saja sekolah yang tetap pada kurikulim Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan siapa yang menerapkan K13.
Sehingga tidak tertutup kemungkinan bagi sekolah yang baru menerapkan satu semester boleh tetap melanjutkan menggunakan kurikulum baru tersebut.
Dengan cara mengajukan usulan ke Kementrian Pendidikan, melalui Disdik.
"Sudah ada juga yang mau mengajukan beberapa sekolah dan kita lapor ke Kementerian," paparnya.
Namun demikian, SMP negeri yang ada di Pekanbaru katanya, sudah sepakat tidak akan melanjutkan K13. Sedangkan sekolah swasta rata-rata mereka justru memilih menerapkan ini.
"Kita tidak mendorong mereka mengarah ke mana, ini pilihan yang haknya ada di sekolah masing-masing," kata dia, saat ditanyakan apakah ada upaya Disdik mengarahkan ke salah satu kurikulum.
Apalagi menurut dia, semua tergantung kesiapan masing-masing sekolah dalam menjalankan program.
Dia juga membantah bahwa K13 lebih baik dari KTSP. Sehingga tidak akan ada pembedaan kualitas sekolah karena pembedaan penerapan kurikulum.
"Masing-masing punya kelebihan dan kelemahan," katanya.
Namun dia tidak menyangkal, K13 untuk era informasi sekarang memang lebih tepat, di dukung dengan kemampuan anak usia sekolah saat ini yang sudah lebih cepat dan mampu mengenal IT dibanding para orang tua.
"Sehingga mereka tidak saja belajar dari guru tetapi dari internet," katanya.
(rdk/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Pendidikan
Pelajar SDN 002 Bantayan Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
-
Pendidikan
Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa

