- Home
- Lingkungan
- Pemkab Bengkalis Gadeng Project Gambut UNOPS Taja Pencegahan Karlahut
Pemkab Bengkalis Gadeng Project Gambut UNOPS Taja Pencegahan Karlahut
Senin, 10 Oktober 2016 17:22 WIB
BENGKALIS - Dalam berbagai pembicaraan mengenai pemanasan global dan perubahan iklim, Provinsi Riau telah menjadi pusat perhatian nasional, regional bahkan menjadi perhatian dunia internasional.
Provinsi Riau khususnya Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu pemeran penting dalam upaya pengurangan gas emisi dan perbaikan iklim.
Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan project gambut United Nations Office for Project Services (UNOPS) mengadakan pelatihan, pada Senin (10/10/2016) mengenai penandaan kerentanan kebakaran lahan dan hutan dengan menggunakan sistem resiko kebakaran (fire risk system) dan tagging.
Acara yang ditaja di aula Twin Hotel selama 5 hari (10 sampai 14 Oktober) ini, bertindak selaku narasumber Adi R dan Syamsir dari Institute Teknologi Bandung dan Akira Moretto dari UNOPS.
Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Haholongan, mengatakan, bencana kebakaran dan asap sering terjadi di beberapa Daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau termasuk Kabupaten Bengkalis.
Hal ini bisa terjadi setiap tahun-nya setelah memasuki musim kemarau, dari bulan Agustus sampai November, seperti yang terjadi pada tahun 2015 lalu.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya terjadi pada masalah hutan dan lahan, tetapi merusak lingkungan dengan menurunkan biodiversitas serta meningkatkan emisi karbon. Dan yang paling nyata memberikan dampak terhadap masalah ekonomi dan kesehatan.
Selain menyumbang emisi yang signifikan, kebakaran telah menimbulkan banyak kerugian misalnya, kerugian material, dampak asap-nya secara langsung terjadi pada lingkungan dengan berkurangnya hutan dan ekosistem, serta menurunnya fungsi hidrologi gambut juga sangat dirasakan khususnya oleh masyarakat yang berperikehidupan di sekitar kawasan gambut yang terbakar.
"Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari lahan gambut dibutuhkan kebijakan yang tepat dan sesuai untuk mengurangi risiko kebakaran. termasuk di dalamnya mengidentifikasi daerah rawan dan memberlakukan kebijakan khusus seperti: pelarangan sementara konversi lahan, meningkatkan rencana pencegahan kebakaran, merehabilitasi lahan gambut dan meningkatkan pengelolaan air dalam skema lahan pertanian.”
Berkaitan dengan hal tersebut, project gambut merespon perkembangan dramatis jangka panjang dalam kerentanan kebakaran di lahan gambut di Indonesia. Pada intinya proyek gambut adalah sistem resiko kebakaran (frs) yang berbasis komputer. Alat pemodelan risiko dengan output spasial yang membantu pihak terkait untuk mengidentifikasi potensi terjadinya api di lahan dan hutan.
frs dikembangkan oleh ipb (ccrom-seap) dan earth institute columbia university, dengan dukungan dari Unops, Unep dan pendanaan dari usaid. Proyect gambut berupaya untuk mengarusutamakan pengelolaan hutan dan gambut secara antisipatif terhadap resiko kebakaran di dalam proses perencanaan pembangunan di wilayah yang memiliki resiko tinggi terhadap kebakaran, sehingga dapat menurunkan insiden hotspot dan mengurangi dampak kabut dan emisi gas rumah kaca dari sektor penggunaan lahan.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Polres Bengkalis AKP Selamat Suryadi, Camat Bengkalis Sapon, Kapolsek Bengkalis S. Suryadi, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Herman Mahmud, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis serta Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Bengkalis.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota
-
Lingkungan
Satgas Karhutla Riau Padamkan Kebakaran Pulau Rupat dan Lubuk Gaung

