- Home
- Lingkungan
- Penjabat Bupati Bengkalis Minta Camat dan Kades Waspada Karhutla
Meski Nihil Titik Api
Penjabat Bupati Bengkalis Minta Camat dan Kades Waspada Karhutla
Minggu, 06 September 2015 17:49 WIB
BENGKALIS - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Minggu (6/9/2015) pagi, menyebutkan bahwa satelit Tera dan Aqua mendeteksi tiga hot spot (titik panas) di Provinsi Riau.
Menurut kepala BMKG Pekanbaru Sugarin, ketiga hot spot yang terpantau tersebut tersebar di Pelalawan dua titik dan Indragiri Hulu satu titik. Sementara di daerah lain di Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis, tidak terdeteksi adanya hot spot.
Meskipun di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini tidak terdeteksi titik api, Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie tetap mengintruksikan jajarannya, khusus pada pemerintahan kecamatan dan desa/kelurahan di daerah ini, agar tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Selain melakukan langkah-langkah antisipasi untuk pencegahan agar tidak terjadi Karhutla, seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah juga sudah kita instruksikan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Segera melakukan pemadaman, berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait dan melaporkan bila di wilayahnya terjadi Karhutla," jelas Ahmad Syah, Minggu petang.
Sementara itu dan meskipun di daerah ini tidak terdapat titik api, pada Minggu ini sepanjang hari, khususnya di ibukota Kabupaten Bengkalis masih diselimuti kabut asap. Bahkan secara kasat mata, semakin pekat dibandingkan sehari sebelumnya.
Sayangnya, masyarakat tidak dapat mengetahui keadaan kualitas udara di ibukota kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Pasalnya, alat pengukur dan pemberi informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terpasang di pintu masuk Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis di Jalan Pertanian Bengkalis, sejak Sabtu (5/9/2015) PAGI kemarin hingga sekitar pukul 16.30 WIB Minggu petang ini tidak 'dihidupkan'.
"Sebagaimana hari Sabtu, hingga petang ini alat pengukur ISPU di BLH tersebut mati, sehingga kami tidak mengetahui kualitas udara di Kota Bengkalis sesungguhnya. Kami berharap meskipun hari libur alat pengukur ISPU tersebut tetap dapat difungsikan," harap sejumlah warga yang mengaku setiap hari melintas di Jalan Pertanian.
Terlepas dari tidak berfungsinya alat pengukur ISPU di BLH Kabupaten Bengkalis, Ahmad Syah tetap mengimbau warganya untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Atau menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Hal ini terkait kabut asap yang masihi melanda daerah ini yang diduga lebih banyak merupakan asap kiriman dari daerah lain.
"Meskipun tidak separah daerah lain, seperti di Pekanbaru, sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah. Demikian juga untuk yang beraktivitas di laut. Gunakan suar tanda lampu darurat bila sedang ada kabut asap kuat, atau membatasi aktivitas untuk mencegah kecelakaan," pesan Ahmad Syah.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Bupati Amril Prihatin CPNS Guru Garis Depan Minim Anak Bengkalis
-
Sosial
Plt Sekda Bengkalis Minta ASN Berikan Pelayanan Terbaik Pada Masyarakat
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Jaksa Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Satpol PP Bengkalis

