- Home
- Lingkungan
- Plt Gubri Sebut Tahun 2016 Perang Lawan Karhutla
Plt Gubri Sebut Tahun 2016 Perang Lawan Karhutla
Kamis, 24 Maret 2016 20:58 WIB
PEKANABARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo melalui Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyatakan 2016 merupakan tahun perang terhadap kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).
Pernyataan itu dilontarkan Andi Rachman sapaan Plt Gubri pada saat menjadi inspektur upacara peringatan hari jadi Pemadaman Kebakaran yang ke- 97 tahun 2016. Upacara yang melaibatkan seluruh petugas pemadam kebakaran dan aparat Kepolisian, TNI serta Pramuka itu berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (24/3/2016).
Gerakan perang terhadap kebakaran itu dinyatakan mengingat tanah air, khususnya Riau dianggap daerah rawan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan gambut. "Kobaran api akan sulit dipadamkan juga sudah membesar," katanya.
Efek buruk dari kebakaran diyakini akan menyebabkan kemunduran ekonomi dalam skala besar, selain menyebabkan korban jiwa. Kini, yang akan menjadi fokus dalam antisipasi tidak hanya memadamkan api digedung-gedung bertingkat dan rumah masyarakat, tapi mengatasi kobaran api dilahan dan hutan juga harus menjadi prioritas utama dan wajib untuk ditangani secara dini.
"Petugas pemadam kebakaran harus siap melayani panggilan masyarakat. pertolongan yang harus diberikan tidak hanya kepada manusia tapi juga habitat lainnya," kata Andi Rachman.
"Perang" melawan kebakaran ini, lanjut Plt Gubri, harus tetap dilakukan mengingat Riau salah satu daerah yang dinyatakan rawan terhadap musibah Karlahut. Petugas kebakaran diminta siapkan personel untuk menjalankan tugas pokok pemadam kebakaran, yakni pencegahan, pemadaman, mengendalian, penyelamatan dan pengamanan terhadap bahan berbahaya. "Waktu kerja, pokoknya 24 jam," cetusnya.
Kata Plt Gubri, Mendagri juga meminta agar upaya keras mengatasi kebakaran di daerah masing-masing harus tetap menjadi tujuan utama untuk dilakukan. Percuma menyandang moto "pantang pulang sebelum api padam" jika ternyata masalah kebakaran masih belum bisa diatasi.
Meski demikian, Plt Gubri menegaskan bahwa memadam api yang besar memang tidak mudah dan tidak bisa dilakukan oleh orang biasa. Sebab itu pula, petugas pemadam kebakaran juga harus punya kempuan SDM yang mumpuni untuk mejalankan tugasnya secara profesional.
"Efek dari kebakaran ini akan menghilangkan kebutuhan masyarakat, kerena kebakaran goncangan ekonomi masyarakat," tambahnya. Musibah kebakaran yang terjadi diyakini 99 persen adalah ulah manusia," katanya menambahkan.
"Berangkat dari pengalaman tahun 2015 lalu, kebakaran banyak terjadi Pulau Sumatera, hingga menyebabkan kerugian sebesar Rp 50 triliun lebih. Akibatnya, sektor transportasi dan bisnis dan pengembangan masyarakat jadi terganggu," pungkasnya.
(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
Mendagri Tegur Keras Bupati Meranti Muhammad Adil Gegara Kemenkeu
-
Lingkungan
5 Pesan Danrem 031 Wirabima Cegah Karhutla di Pelalawan
-
Lingkungan
Dinas LHK Riau Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Gambut
-
Hukrim
Polres Rohul Ringkus Tiga Pelaku Pembakar Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi
-
Lingkungan
Satgas Karlahut Riau Berhasil Padamkan Kebakaran di Dumai dan Siak
-
Lingkungan
BMKG Pekanbaru Catat Ratusan Hotspot Terdeteksi di 11 Kabupaten dan Kota

