- Home
- Lingkungan
- Presiden SBY Deadline Dua Hari untuk Masalah Asap di Riau
Presiden SBY Deadline Dua Hari untuk Masalah Asap di Riau
Jumat, 14 Maret 2014 09:31 WIB
JAKARTA - Masalah kabut asap yang kini melanda Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi, hingga kini tak kunjung ada penyelesaiannya.
Bukan saja mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di tiga provinsi tersebut, kabut asap juga sudah mengganggu kesehatan masyarakat.
Untuk mengatasi permasalahan kabut asap tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi tenggat waktu (deadline) dua hari kepada menteri dan pejabat terkait, untuk segera melakukan operasi tanggap darurat.
"Saya memahami keresahan dan kemarahan sebagian rakyat kita akibat kabut asap dan kebakaran yang terjadi lagi di Riau," kicau SBY di akun twitter miliknya, Kamis (13/3/2014) malam.
Menurut SBY, kebakaran ladang dan asap ini di samping disebabkan cuaca ekstrem, juga karena ada penduduk dan perusahaan yang membakar ladang.
Sebenarnya, kata SBY, pemerintah pusat dan daerah, BNPB, serta TNI/Polri telah berusaha mengatasi, tetapi hasilnya masih belum memuaskan.
"Malam ini saya telah instruksikan para menteri terkait segera lakukan operasi tanggapan darurat, dengan gunakan semua cara dan alat," kata SBY.
"Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk mencegah dan menangani asap ini. Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," imbuh SBY.***(dok)
Bukan saja mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di tiga provinsi tersebut, kabut asap juga sudah mengganggu kesehatan masyarakat.
Untuk mengatasi permasalahan kabut asap tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi tenggat waktu (deadline) dua hari kepada menteri dan pejabat terkait, untuk segera melakukan operasi tanggap darurat.
"Saya memahami keresahan dan kemarahan sebagian rakyat kita akibat kabut asap dan kebakaran yang terjadi lagi di Riau," kicau SBY di akun twitter miliknya, Kamis (13/3/2014) malam.
Menurut SBY, kebakaran ladang dan asap ini di samping disebabkan cuaca ekstrem, juga karena ada penduduk dan perusahaan yang membakar ladang.
Sebenarnya, kata SBY, pemerintah pusat dan daerah, BNPB, serta TNI/Polri telah berusaha mengatasi, tetapi hasilnya masih belum memuaskan.
"Malam ini saya telah instruksikan para menteri terkait segera lakukan operasi tanggapan darurat, dengan gunakan semua cara dan alat," kata SBY.
"Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk mencegah dan menangani asap ini. Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi, kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," imbuh SBY.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

