Iklan PDIP Sajikan Realita Ketergantungan Impor Pangan Indonesia
Jumat, 14 Maret 2014 09:29 WIB
JAKARTA - Iklan PDI Perjuangan di televisi dinilai kreatif sebagai cerminan kondisi bangsa saat ini. Dimana kondisi ekonomi Indonesia masih sangat terpuruk, termasuk nasib para petani yang berpenghasilan kecil.
Menurut pengamat periklanan yang juga Ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia, Iman Brotoseno, iklan yang ditampilkan PDIP bukan sindiran namun memang realita sebenarnya.
"Sebenarnya masih banyak yang impor. Tapi perlu disikapi ini bagian dari kedaulatan pangan yang harus dijalankan," Iman di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Dikatakannya, iklan tersebut sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan adanya kedaulatan pangan tanpa ada campur tangan negara lain untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"PDI Perjuangan kan mengacu pada Bung Karno. Jadi sebenarnya itu memang sudah selaras dengan kondisi negeri ini. Iklan itu cerminan dari kondisi bangsa, kenyataan," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam iklan PDIP berdurasi sekitar 60 detik itu digambarkan bahwa bahan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagian besar didatangkan dari luar negeri.
Seperti Jagung dari India, beras dari Vietnam, dan bahan pokok lainnya. Termasuk daging yang juga diimpor dari negara tetangga.***(dok)
Menurut pengamat periklanan yang juga Ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia, Iman Brotoseno, iklan yang ditampilkan PDIP bukan sindiran namun memang realita sebenarnya.
"Sebenarnya masih banyak yang impor. Tapi perlu disikapi ini bagian dari kedaulatan pangan yang harus dijalankan," Iman di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Dikatakannya, iklan tersebut sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan adanya kedaulatan pangan tanpa ada campur tangan negara lain untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"PDI Perjuangan kan mengacu pada Bung Karno. Jadi sebenarnya itu memang sudah selaras dengan kondisi negeri ini. Iklan itu cerminan dari kondisi bangsa, kenyataan," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam iklan PDIP berdurasi sekitar 60 detik itu digambarkan bahwa bahan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagian besar didatangkan dari luar negeri.
Seperti Jagung dari India, beras dari Vietnam, dan bahan pokok lainnya. Termasuk daging yang juga diimpor dari negara tetangga.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

