- Home
- Lingkungan
- Ribuan Warga Hadiri Hari Menanam Tingkat Provinsi di Muara Takus
Ribuan Warga Hadiri Hari Menanam Tingkat Provinsi di Muara Takus
Kamis, 04 Desember 2014 18:48 WIB
KAMPAR : Kegiataan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tingkat Propinsi Riau dihadiri ribuan orang dari berbagai komponen. Ini merupakan aksi serentak menanam pohon dan penghijauan serta konservasi alam Provinsi Riau One Billion Indonesian Tahun 2014.
Pelaksanaan menanam pohon ini dipusatkan di Candi Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar, Kamis (4/12/14).
Hadir pada acara tersebut, Asisten I Setdaprov Riau Kasiaruddin mewakili Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Forkopimda Riau dan Kampar, Bupati Kampar H Jefry Noer, Wakil Bupati Kampar Ibrahim Ali, SHR PT RAPP untuk Kampar Kuansing Edi Yusuf dan Staf Humas PT RAPP Andrisman.
Plt Gubernur Riau dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten I Kasiaruddin menyampaikan bahwa aksi serentak menanam merupakan salah satu bukti keseriusan Pemprov Riau dan Pemkab Kampar. "Saya harapkan juga dapat diikuti di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Riau," ujarnya.
Gerakan aksi serentak menanam tidak hanya sekedar seremonial belaka, namun perlu ditindaklanjuti dengan gerakan nyata di lapangan dengan melakukan penanaman baik oleh pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan dan lain sebagainya. Kegiatan menanam disebarluaskan melalui berbagai media massa yang ada.
"Untuk itu kepada seluruh instansi pemerintah dan juga BUMN dan perusahaan swasta diharapkan menyediakan bantuan sarana dan prasarana yang diperlukan, khususnya menyediakan bibit yang cukup dan memfasilitasi kegiatan penghijauan. Kepada instansi terkait hendaknya dapat melakukan pemantauan dan evaluasi secara baik untuk mengetahui tingkat keberhasilannya," ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Kampar H Jefry Noer juga menyampaikan harapannya agar penanaman pohon bukan sekedar lips service tapi benar-benar memiliki makna. Hendaknya, menanam itu ada yang bertanggungjawab memeliharanya.
"Sering terjadi penanaman itu ditinggal setelah menanam. Oleh karena itu saya minta pada panitia khususnya Kadishut diutamakan penanamannya di Desa-desa yang ada di XIII Kampar dan Koto Kampar hulu," katanya menambahkan.
"Kalau perlu para Kepala Desa bikin Perdes, barang siapa yang merusak tanaman akan didenda. Saya mengharapkan Dishut Provinsi dan Kabupaten kalau bisa, jika ada yang mati ganti lagi. Kalau tidak diganti, yang kita buat ini nanti akan sia-sia saja. Perlu kita pahami bahwa harus kita budayakan," ujarnya.
Jefry juga ingin agar kegiatan menanam pohon benar-benar menjadi suatu gerakan moral dalam masyarakat, sehingga akhirnya menanam menjadi suatu kebutuhan bersama.
Berhasilnya kegiatan-kegiatan ini tentunya tidak lepas dari partisipasi aktif semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat ataupun pengusaha. Oleh karena itu, kehadiran dan sumbangsih berbagai pihak dalam pembangunan kehutanan dan perbaikan lingkungan sangat diperlukan.
Ninik Mamak Hendrizal Datuk Bandaro atas nama masyarakat Kampar di awal acara menyatakan sangat berterimakasih telah dijadikannya Desa Muara Takus sebagai lokasi aksi serentak menanam pohon.
Di awal acara, Kadis Kehutanan Provinsi Riau Irwan Effendi selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan aksi serentak menanam mengusung tema Hutan Lestari untuk Kedaulatan Pangan Air dan Energi Terbarukan.
Maksud dilaksanakannya kegiatan adalah untuk meningkatkan kepedulian dan keikutsertaan seluruh elemen bangsa untuk mencintai lingkungan melalui penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkesinambungan menuju Indonesia Bersih.
"Tujuan kegiatan untuk mengurangi dampak pemanasan global, meningkatkan penyerapan karbondioksida, polutan lainnya serta mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemenuhan bahan kayu.
"Sedangkan sasaran yaitu menjadikan seluruh lahan kritis baik di dalam dan di luar kawasan hutan menjadi hijau sehingga dapat memberikan perlindungan, estetika, ekonomi dan lingkungan, dan menjadikan kegiatan menanam pohon menjadi budaya di masyarakat," paparnya.
Panitia menyediakan tanaman pohon Cindera Cita berupa tanaman pohon durian, meranti, petai, mahoni, matoa, mangga, manggis, sukun, cempedak dan lain-lain.
Penetapan Desa Muara Takus sebagai lokasi dituangkan dalam SK Gub : Nomor. Kpts.743/X/2013 tentang Penunjukan lokasi dan pembentukan panitia penyelenggara puncak aksi serentak menanam pohon dan penghijauan serta konservasi alam Provinsi Riau Tahun 2014.
Pada aksi menanam ini, pohon yang ditanam ada 2500 batang dari Dishut Riau, dari BPDAS 3000 batang, Dishut Kampar 200 ribu batang, dan PT Padasa 600 batang.
Sementara itu dari pihak PT RAPP melalui SHR Manager Edy Yusuf kepada riauterkinicom disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, Pihak RAPP akan selalu berpartisipasi dan tidak pernah luput setiap kegiatan baik yang dicanangkan pusat maupun kabupaten/kota.
"Kita akan selalu konsen setiap kegiataan penghijauan ini sesuai dengan slogan yang diusung RAPP People, Planet dan Profit,"ujarnya.
Dalam kegiataan ini pihak RAPP telah membantu dalam bentuk akomasi dan baju."Untuk jumlah tanaman kita akan berkoordinasi dengan dinas Kehutanan Kampar,"terangnya.
(man/man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
-
Lingkungan
Sejarah dan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023
-
Lingkungan
Minyak CPO Diduga Milik IPB Tumpah ke Laut Dumai
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan
-
Hukrim
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Illegal Logging Hutan Senepis
-
Lingkungan
Link Download Logo Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

