• Home
  • Advertorial
  • Bupati Meranti Apresiasi DPPKP Gelar Lomba Cipta Menu Pangan Lokal

HPS Ke 34 dan Meranti Expo 2014

Bupati Meranti Apresiasi DPPKP Gelar Lomba Cipta Menu Pangan Lokal

Kamis, 04 Desember 2014 19:11 WIB
Bupati Meranti, Drs H Irwan MSi saat menyerahkan hadiah juara pertama kepada perwakilan Kelompok perkebunan Dari Kecamatan Merbau di acara Peringatan HPS Kepulauan Meranti tahun 2014.
MERANTI : Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan Msi memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahan Pagan (DPPKP) Kabupaten kepulauan Meranti, yang selama ini dinilainya sukses dalam mempermosikan dan serta memperkenalakan paganan local kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan serta pada momen Hari Pagan Sedunia  (HPS) ke 34 dengan melombakan Cipta Menu.

Tentu apa yang dilakukan ini merupakan gebrakan yang positif dalam memperkenalkan pagan local kepada masyarakat. Demikian diungkapan Bupati Irwan saat menyampaikan sambutanya pada acara peringatan HPS ke 34 yang selegarakan oleh DPPKP Kepulauan Meranti, Kamis (4/12/14) di halaman kantor Bupati Jalan Dorak Selatpanjang. 

Dikatakannya, Pemkab Meranti akan terus berupaya dengan maksimal untuk mengembangkan pagan local, terutama sagu yang mempunyai peluang besar untuk dijadikan sebagai pangan nasional sebagai pengganti beras.

"Dari sekarang mari kita mulai mengkomsumsi sagu, karena selain Meranti merupakan penghasil sagu terbaik di Indonesia, sagu juga memiliki gizi yang lebih baik, dan kadar gulanya juga lebih lebih rendah jika dibandingkan dengan beras. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong dan mendukung swasembada pangan mandiri dan ketahan pangan melalui kebijak-kebijakan Nasional," ucapnya.

Dikatakan Bupati, peningkatan jumlah penduduk setiap harinya terus bertambah, sementara lahan pengebangan sector petanian terus berkurang, sehingga akan menjadi ancaman bagi ketahan pagan di kabupaten kepaulauan meranti, sedangkan padi di wilayah kepulauan meranti tumbuhnya tidak sesubur sebagai daerah-daerah lainnya, oleh karena terus berupayan untuk menjadikan sebagai pagan Nasional.
TEKS FOTO: Pembukaan Meranti Expo yang Ke 3 di Kabupaten Kepulauan Meranti di hadiri oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MS.i dan Plt Gubernur Riau Andi Rahman berserta para pejabat Provinsi Riau di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Kamis (4/12/2014). Foto : Humas Setdakab Meranti.

"Jika dulu orang memakan sagu dinilai sebagai orang kampong,namun saat ini sagu sudah menjadi pagan  moderaen, berbagai produksi sudah dihasilkan dari bahan sagu mulai dari berbagai menu makan hingga sanpai dijadikan bahan obat-obatan serta alat alat kosmitik seperti gencu dan sebagainya di gunakan oleh para kaum ibu-ibu, selain itu sagu juga memilki gizi yang cukup baik," katanya.

Kemudian pada peringatan HPS ini segaja dirangkaikan dengan kegiatan Meranti Expo 2014, dan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Meranti untuk mempermosikan sagu kepada masyarakat. Sehingga sagu lebih banyak di kenali orang, mudahan-mudahan melalui kegaiat ini akan  lebih banyak lagi megetahui tetang sagu sehingga nantinya bisa menasional.

Kepala Dinas Pertanian peternakan dan Ketahan pagan (DPPKP) kabupaten kepulauan Meranti Yulian Norwis SE.MM dalam  laporan pertanggung jawabnya menyebutkan, Peringatan Hari Pagan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World FOOD Day melalui repolusi PBB No.1/1979 di Roma Italia, dimana dipilihnya tanggal 16 oktober sebagai HPS yang bertepatan dengan terbentuknya FAO.

Sejak saat itu maka disepakati bahwa mulai tahun 1981 seluruh Negara Anggota FAO termasuk Indonesia memperingat HPS secara Nasional pada setiap tahunya. Di Indonesia penyelengaraan HPS dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat serta para Stakeholder terhadap pentingnya penyedian pagan pagan yang cukup bergizi.

Baik bagi masyarakat di Indonesia sebagai upaya mendorong dan mendukung Swasembada pagan. Kemandirian dan Ketahan pagan melalui  kebijkan-kebijakan yang berpihak kepada sector pagan nasional. Dilanjutkannya, peningkatan jumlah penduduk,koversi lahan pemukiman dan industry, perubahan iklim mejadi tantangan bagi sector pertanian, perikanan dan kelautan serta kehutanan di Indonesia.

Selain itu era globalisasi dan perdagangan bebas produk-produk infpr juga membajiri pasar di Indonesia, sehinga menjadi ancaman bagi ketahan pagan Nasional berbasuskan sumber daya lokal.

Dikatakannya, peringatan Hari pagan sedunia (HPS) ke 34 tingkat kabupaten kepulauan Meranti tersebut bertujuan,untuk memperkuat kerjasama dan memangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh konponen masyarakat Kepulauan Meranti serta mendukung kedaulatan pagan  dengan program pemerintah cabinet kerja.

"Menstimulasi dan memotivasi para Stakeholder  untuk dapat terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan kedaulatan pagan dan penyebaran teknologi yang befektif dan efesien untuk meningkatkan produk pangan di kabupaten kepulauan Meranti. Penyebaran informasi kepada masyarakat tetang pentingnya optimalisasi sumberdaya local untuk kemandirian pagan kabupaten kepaulauan," jelasnya. 

Kemudian kata dia, meningkatkan pemhaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pagan yang Beragam, seimbang dan Aman (B2SA) di kabupaten kepulauan Meranti, sekaligus sebagai ajang promosi dalam rangka ketahan dan kemandirian pangan di kabupaten kepulauan Meranti.

Menurut Icut, lomba Cipta Menu tingkat kabupaten kepulauan Meranti yang dilombakan sempena memperingati HPS ke 34 bertujuan untuk mengerakan dan mengembangkan sekaligus memberikan motipasi kepada  para Petani di kabupaten kepulauan Meranti. Selain  mengelarnya lomba Cipta Menu, DPPKP Meranti juga memberikan pengharagaan kepada kategori penyuluh petani Teladan, kategori Gapoktan, kategori Petani,dan kategori Kelompok Tani, masing-masing mereka mendapatkan uang pembinaan,dalam jumlah cukup besar higga jutaan rupiah.

Dari pantauan dilapangan sedikitnya sebanyak 128 menu yang disajika oleh masing-masing  kelompok dari Sembilan kecamatan yang yang ikut dalam perlomabaan cipta menu sempena peringatan HPS ke 34 di halam kantor bupati tersebut,semuanya  berbasikan sumber daya local serta non beras dan non teregu, mulai dari mie sagu hingga sampai ketupat jangang.

Setelah selesai kegiatan tersebut bupati bupati kabupaten kepulauan meranti Drs H.Irwan Msi , Damping Kepala Dinas pertanian Peternakan Dan Ketahan Pagan (DPPKP) Provinsi Riau, Sekda kabupaten kepulauan meranti, Drs Iqaruddin Msi, Kepala DPPKP Kepulauan Meranti Yulian Norwis serta sejumlah Pejabat lainya melakukan pemotongan Sagu masing-masing juga sangat menikamti tumpang sagu tersebut.

(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Advertorial
Komentar