• Home
  • Lingkungan
  • Ribun Ton Minyak CPO PT. IBP Banjiri Wilayah Sungai Sembilan

Warga Datang Ngutip Minyak Goreng

Ribun Ton Minyak CPO PT. IBP Banjiri Wilayah Sungai Sembilan

Minggu, 16 November 2014 12:17 WIB
Ribuan warga Kecamatan Sungai Sembilan berbondong-bondong mengutip ribuan ton minyak CPO milik perusahaan PT.IBP yang tumpah kelingkungan dari empat tangki timbun.
DUMAI : Empat tangki timbun berisi minyak CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) yang beroperasi di Kecamatan Sungai Sembilan, Ahad (16/11/14) tumbang dan memenuhi aliran parit. Sontak, kejadian ini membuat warga sekitar berdatangan dan mengambil minyak CPO itu untuk dimasukkan ke dalam drum hingga berjejer di pinggiran parit tersebut.



Pantauan riauheadlinecom dilapangan, ribuan masyarakat tampak berebut mengambil tumpahan tersebut. Bahkan membuat macet kondisi arus lalulintas di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Para petugas keamanan dari perusahaan kewalahan memecah lalu lintas yang luar biasa padat. Sebab masyarakat berbondong mengambil tumpahan minyak tersebut di kanal perusahaan.



Camat Sungai Sembilan Zulkarnaen, kepada media ini membenarkan insiden robohnya tangki timbun yang berisi ribuan ton minyak CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama tersebut. Pihaknya juga sudah memerintahkan perusahaan untuk mengantisipasi secepat mungkin insiden ini agar tumpahan minyak tidak menyebar ke di laut. Sebab, jumlah yang tumpah ini luar biasa banyaknya.



"Kita menerima laporan dari masyarakat setempat. Kejadian ini sendiri merupakan pertama kalinya terjadi di perusahaan PT. IBP. Sebelumnya, tangki timbun muatan cangkang sawit hingga menelan korban jiwa, tapi kalau sekarang ini tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya tumpahan minyak CPO. Kami dari kecamatan sudah meminta kepada perusahaan untuk secepat mungkin menangani masalah ini," ujarnya.



Sementara ketua LSM Menara Kota Dumai Ahmad Khadafi, mengaku kecewa dengan sering terjadinya insiden yang ditimbulkan oleh perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama tersebut. Sebelumnya, kata dia, tangki timbun berisi cangka sawit juga tumbang dan menelan korban jiwa meninggal beberapa orang perja yang berada di bawahnya. Kejadian seperti ini kerap terulang dan perusahaan kurang mengantisipasikannya.



"Kami masyarakat sangat kecewa dengan kejadian itu. Sebab, kejadian kecelakaan tersebut berulang kali di alami PT Inti Benua Perkasatama di Lubuk Gaung. Tumpahan minyak mengalir ke laut. Ini kesalahan fatal lagi dari PT. Inti Benua Perkasatama. Nelayan juga jadi terganggu, karena mematikan biota air karena terjadinya tumpahan CPO tersebut," kata Khadafi, kepada media ini dilokasi kejadian.



Dia juga mempertanyakan upaya pencegahan insiden ambruknya tangki penyimpanan baik itu cangkang sawit dan minyak CPO, hingga bisa terulang kembali. Sebab, kalau masalah ini terulang kembali, masyarakat setempat yang mengalami kerugian. Selain berdampak pada pencemaran lingkungan, kejadian ini juga membahayakan keselamatan pekerja yang berada di sekitaran lokasi tangki timbun.



Pihak perusahaan, sejauh ini belum memberikan penjelasan terkait insiden tumpahan minyak CPO yang jumlahnya cukup banyak itu. Sejauh ini, pihak perusahaan mengerahkan seluruh pekerjanya untuk melakukan pembersihan minyak CPO yang tumpah kelingkungan operasional perusahaannya tersebut. Begitu juga tampak petugas kepolisian dari Polsek Sungai Sembilan, membantu melakukan pengamanan dilokasi insiden.



(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar