Dibeli Seharga Rp100 hingga Rp150 Ribu
Mafia Minyak Berebut CPO Tumpah PT IBP di Dumai
Minggu, 16 November 2014 14:44 WIB
DUMAI : Diduga pelaku pengusaha mafia minyak berebut CPO tumpah milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) di Kawasan Kecamatan Sungai Sembilan, Ahad (16/11/14) yang dikumpulkan warga setempat dengan harga murah.
Informasi yang berhasil dirangkum riauheadline.com dilokasi kejadian, sejumlah warga mengkau didatangi bos penampung minyak CPO untuk dibeli dengan harga murah. Kedatangan bos itupun langsung diserbu ribuan masyarakat yang sudah banyak mengumpulan tumpahan CPO.
"Tadi kami di datangi beberapa pengusaha yang mengaku siap membeli seluruh hasil minyak CPO yang sudah terkumpul. Harganya mulai dari dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu perjerigennya," ungkap pria berpawakan hitam tinggi sembari memegang drum.
Menindaklanjuti masalah ini, Ketua LSM Menara Kota Dumai Akhmad Khadafi, sangat menyayangkan sikap pembiaran yang dilakukan perusahaan atas insiden tumpahnya puluhan ribu ton minyak CPO ke wilayah pemukiman penduduk tersebut.
"Jelas kami sangat menyayangkan siap pembiaran ini. Seharus perusahaan langsung tanggap dan menyelesaikan persoalan ini. Menurut saya, aksi pembiaran ini agar tidak dituding terjadinya pencemaran lingkungan," tegasnya.
Sebagai data tambahan, insiden tumpahnya minyak CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama di Kecamatan Sungai Sembilan itu jumlahnya mencapai 3000 ribu ton. Karena dari enam tangki timbun yang tumbang itu, satu tangki berisikian CPO.
Kapolsek Sungai Sembilan AKP Supriyono, menyatakan rubuhnya tangki minyak kelapa sawit milik PT Inti Benua Perkasatama menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Minyak tersebut berjenis Palm Kernel Oil (PKO) atau yang disebut minyak inti sawit.
"Informasinya jumlah minyak itu sekitar 3 ribu ton yang terbuang. Sudah diatasi perusahaan agar tidak tercemar ke laut. Caranya dengan memasang Safety Oil Boom," ujar Supriyono, kepada sejumlah awak media dilokasi kejadian.
Terkait korban jiwa, Supriyono menyebut tidak ada korban dalam insiden tersebut. Begitu juga kerugian materil masih belum dapat ditaksir. Pihaknya juga sudah memasang gari polisi di sekitar lokasi kejadian agar oknum tidak bertanggungjawab bisa masuk ke areal terlarang.
Sementara, pihak Perusahaan hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi kepada awak media. Sedangkan masyarakat tempat saat ini masih terlihat mengais cairan minyak CPO yang tersisi disepanjang aliran parit.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara 2017
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Lingkungan
Ratusan Anggota TNI-Polri Bersih-bersih Kampung Dalam Dumai
-
Hukrim
Penjual Martabak Tewas Mengenaskan Dalam Ruko di Dumai

