• Home
  • Lingkungan
  • Satu Hektare Lahan di Duri Terbakar Karena Puntung Rokok

Satu Hektare Lahan di Duri Terbakar Karena Puntung Rokok

Selasa, 11 Februari 2014 18:38 WIB

DURI - Lebih kurang satu hektare lahan penduduk di pinggir Jalan Siak RT 02, RW 1, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Bengkalis ludes terbakar, Selasa (11/2/14). Ketua RT setempat Sasli Rais, menjelaskan, ketika hendak balik ke rumah sekitar pukul 13.00 WIB, ia melihat ada titik api di lahan tersebut.

"Lokasinya hanya beberapa meter dari pinggir Jalan Siak. Tadinya kecil saja. Adanya titik api ini langsung saya informasikan ke Pak Lase (Babinsa Desa Petani_Red)," ujarnya.

Meski sumber api belum diketahui persis, ada dugaan sementara bahwa api itu berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dugaan kebakaran itu disengaja tidak memiliki bukti maupun saksi yang kuat.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemadam Kabakaran (Damkar) Kecamatan Mandau Aldi mengatakan, begitu mendapat kabar sekitar pukul 14.00 WIB, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan kepala UPT BPBD-Damkar setempat. 

Begitu dapat perintah turun, regu pemadam langsung berpacu ke lapangan. Sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 14.45 WIB, pemadaman api pun segera dilakukan.

Danramil 06 Mandau Kapten (Arh) Zaenuri pun tidak ketinggalan. Bersama empat anggotanya, termasuk Babinsa Petani, Zaenuri ikut turun ke lapangan. Petugas pemadam dan anggota Koramil 06 Mandau bahu-membahu menjinakkan api tersebut. 

Tak lama kemudian, api berhasil dikuasai. Kepala Pos Pengamanan Desa Petani, Aipda Widodo pun tampak turun ke lapangan.

Meski kebakaran tersebut tidak terlalu besar, Zaenuri berpesan kepada masyarakat pemilik lahan untuk tidak gegabah bermain api. Kalau kebakaran meluas, akibatnya akan sangat besar. 

Tidak hanya warga setempat yang akan susah, warga dari daerah lain pun akan ikut merasakan dampaknya. "Imbauan saya kepada warga, jangan main bakar. Apalagi musim kemarau seperti saat ini. Lahan rentan terbakar. Sedang sumber air susah," pesannya mengakhiri.***(hen) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar