• Home
  • Lingkungan
  • Wabup Meranti Tegaskan Pembangunan Jalan Poros Alai-Mengkikip Jadi Prioritas

Wabup Meranti Tegaskan Pembangunan Jalan Poros Alai-Mengkikip Jadi Prioritas

Sabtu, 27 Februari 2016 18:00 WIB
MERANTI - Kelanjutan proyek jalan poros Alai-Mengkikip mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pemprov Riau. Hal itu terlihat dari Wakil Bupati Drs H Said Hasyim dan rombongan dari dinas terkait Pemprov Riau meninjau kondisi jalan tersebut.

Adapun rombongan dari Pemprov Riau adalah perwakilan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Bappeda. Kedatangan mereka guna melakukan survei lanjutan dan memastikan bantuan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk proyek tersebut.
 
"Kita akui kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Kita juga harus memaklumi kondisi tanah di ruas-ruas yang rusak tersebut sangat labil karena merupakan gambut yang dalam. Namun proyek jalan ini akan jadi prioritas kita pada tahun ini. Kita akan lakukan kajian untuk menuntaskannya," ungkap Wakil Bupati H Said Hasyim.

Pada kunjungan peninjauan itu, orang nomor dua di Kepulauan Meranti didampingi Asisten Administrasi Umum Tengku Akhrial, Camat Tebingtinggi Barat Rizky Hidayat, Kades Tanjungperanap Aswandi dan  dan pejabat dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Bappeda Kepulauan Meranti.
 
Wabup Kepulauan Meranti, H Said Hasyim menegaskan agar teknis pelaksanaan pembangunan sesuai aturan. Selain itu juga harus dipastikan jalan yang dibangun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
 
Sementara itu, Camat Tebingtinggi Barat, Rizky Hidayat mengatakan ada  sekitar 12 kilometer kondisi jalan tersebut yang kurang baik, yakni dari Desa Kundur ke Desa Mengkikip. Dari jumlah itu sekitar lima kilometer kondisinya cukup parah karena keadaan tanahnya yang sangat labil.
 
"Jalan poros ini melewati beberapa desa mulai Desa Alai, Batang Malas, Kundur, Tanjungperanap, dan Mengkikip. Nah kondisi Alai-Kundur sudah lumayan demikian juga Tanjungperanap-Mengkikip. Nah, kondisi yang tidak bagus itu ruas dari Kundur ke Tanjungperanap," jelas Rizky.
 
Berdasarkan pantauan, kondisi badan jalan berupa base batu dan pasir tampak berlobang. Selain itu ada ruas yang terendam air. Terlihat air dari parit di kiri kanan naik ke badan jalan.
 
Wakil Bupati H Said Hasyim dan rombongan pun mencoba melalui jalan tersebut menggunakan sepeda motor. Di beberapa titik, kendaraan roda dua itu terbenam hingga ke paras mesin.
 
Pejabat dari Dinas Perhubungan Pemprov Riau  Ahmad  Ismail  memberikan saran agar kedepannya  untuk  mengatasi  permasalahan  tersebut  dengan upaya penimbunan. Namun akan mengeluarkan  dana yang  cukup besar, sehingga badan jalan bisa  setidak - tidaknya  diatas parit yang  ada.
 
"Bisa juga menggunakan tiang  pancang  yang bersifat  elastis  dan mengunakan kayu cerocok  yang  besar  agar tanah tersebut  tidak  turun lagi. Dengan demikian bodi jalan akan menjadi kokoh  dan bisa bertahan meski tanahnya labil," ucapnya.
 
Dengan anggaran Rp 50 miliar dari Pemprov Riau, Ahmad Ismail berharap tahun ini jalan tersebut bisa dilalui sehingga bisa mengaktifkan kembali pelabuhan roro Kampung Balak-Tanjung Buton, Kabupaten Siak.

(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar