Waspada! Kualitas Udara Kota Dumai Masuk Level Bahaya

Senin, 19 Oktober 2015 19:33 WIB
DUMAI - Musibah kabut asap sisa kebakaran lahan dan hutan yang menyelimuti wilayah Kota Dumai belum berakhir. Sempat beberapa hari menghilang, kini kondisi kualitas udara sudah terkontaminasi kabut asap pekat dan masuk dalam level berbahaya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, Bambang Suriyanto, kepada media mengatakan, bahwa kualitas udara Kota Dumai saat ini kembali berada di level Berbahaya dengan 447 Polutan Standar Indeks (PSI) milik perusahaan PT. Chevron Pacific Indonesia, Senin (19/10/15).

"Tampaknya, bencana kabut asap yang dialami oleh Kota Dumai belum berakhir. Pasalnya, setelah sebelumnya masyarakat Kota Dumai sempat menghirup udara segar, kini kondisi udara Kota Dumai kembali diselimuti kabut asap pekat yakni mencapai level 447 PSI," jelasnya. 

Sehingga, kata dia, dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat waspadai dan mengantisipasi kabut asap ini agar tidak terserang gangguan pernafasan dan berbagai penyakit lainnya yang ditimbulkan dari kabut asap sisa kebakaran lahan dan hutan di beberapa daerah.

Bambang, meminta bagi masyarakat Kota Dumai khususnya kelompok dengan resiko tinggi seperti Bayi, Balita, Ibu Hamil dan Menyusui serta Lansia agar dapat mengurangi kegiatan di luar rumah dan terus memakai masker untuk mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul akibat kabut asap.

"Kepada seluruh masyarakat Kota Dumai agar dapat mengurangi kegiatan diluar rumah khususnya kelompok dengan resiko tinggi, senantiasa menggunakan masker, perbanyak konsumsi air putih, jangan membakar sampah dan kurangi konsumsi rokok bagi yang merokok," pungkasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai Tengku Izmet, menyebutkan sesuai dengan pantauan Satelit NOAA dan pantuan petugas dilapangan Kota Dumai nihil atau tidak ada titik api (Hot Spot).

"Kemungkinan, penyebab utama kemunculan kabut asap pekat yang kini menyelimuti Kota Dumai ialah merupakan kejadian Karhutla yang terjadi disejumlah daerah tetangga seperti Sumatera dan Kalimantan, yang kemudian terbawa angin sampai ke Kota Dumai dan beberapa wilayah bahkan Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand," katanya.

Sementara, dilaporkan juga akibat kabut asap yang terjadi, membuat jadwal penerbangan pesawat di Bandara Pinang Kampai Kota Dumai menjadi terganggu dan batal terbang karena jarak pandang pilot yang sangat terbatas atau hanya mencapai 400 meter.

"Akibat kabut asap yang kembali menyelimuti kondisi udara Kota Dumai, jadwal penerbangan pesawat Trans Nusa rute Dumai-Jakarta terpaksa kembali dibatalkan karena jarak pandang pilot yang hanya mencapai 400 meter akibat asap," kata Kepala Bandara Kampai Kota Dumai Catur Hargowo.

Pembatalan penerbangan pesawat, lanjutnya, baru kembali terjadi pada hari ini. Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir, penerbangan di Bandara Pinang Kampai Kota Dumai telah sempat kembali normal akibat kondisi udara yang telah membaik dan masyarakat Kota Dumai pun telah sempat menghirup udara segar.

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Karhutla
Komentar