• Home
  • Maritim
  • 18 Juni, Dumai Menjadi Tuan Rumah Marpolex

18 Juni, Dumai Menjadi Tuan Rumah Marpolex

Kamis, 05 Juni 2014 15:43 WIB

DUMAI - Kota Dumai dianggap kawasan pelabuhan yang sangat staregis, hingga akhirnya terpilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan nasional Maritime Polution Excercise (Marpolex) atau latihan bersama menanggulangi pencemaran di laut.

Kegiatan Marpolex ini akan diikuti oleh seluruh perwakilan daerah di Indonesia yang bakal digelar pada 18-20 Juni 2014 mendatang di Kawasan Industri Dumai atau persis letaknya di kawasan Wilmar Grop.

Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai Mulder Mustafa, Kamis (5/6/14) mengatakan, tujuan pelaksanaan ini untuk peningkatan keterampilan merupakan salah satu program Dirjenhubla RI.

"Ini untuk mengimplementasikan amanat UU No 17/ 2008 tentang Pelayaran serta PP No 21/ 2010 tentang perlindungan lingkungan maritime, PP 109/ 2006 tentang penangggulangan tumpahan keadaan darurat dan tumpahan minyak di laut," katanya.

Selain itu, kata dia, serta Permenhub RI No 58/ 2013 tentang penangggulangan pencemaran ndi perairan dan pelabuhan yang bertujuan untuk mempersiapkan personil penanggulangan pencemaran di pelabuhan. 

"Pelaksanaan Pre Exercise akan dijadikan dua rangkaian kegiatan yakni teori dan praktek dilapangan. Barangkali Dirjenhubla melihat Dumai sangat strategis dan memiliki industri yang banyak, sehingga dipilih menjadi lokasi pelaksanaan national Marpolex tahun 2014," jelasnya. 

Kegiatan Marpolex ini merupakan latihan bersama antara pemangku kepentingan diantaranya TNI AL Dumai, Pol Air, pemilik Terminal Khusus (Tersus) di perairan Dumai dalam rangka meningkatkan kerjasama serta mengintegrasikan kemampuan dalam operasi pemadaman kebakaran, penyelamatan jiwa di laut, pengamanan, dan penanggulangan tumpahan minyak di laut.

"Pengaturan mengenai penanggulangan pencemaran di laut, prosedur penanggulangan tumpahan minyak, teknis operasi pengamanan, pengamatan, pemadaman kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak dan pembersihan pantai," ungkapnya. 

Sementara praktek lapangan, pungkas dia, terdiri atas latihan komunikasi, latihan kering (table top exercise) dan penggelarran peralatan penanggunalangan tumpahan minyak.

"Adapun rangkaian kegiatan letihan meliputi operasi pengamatan (Surveinlance), Pengamanan (Security), penanggulangan tumpahan minyak (Oil Spill Respon), Pemberisihan Pantai (Shoreline Clean Up) dan Perhitungan Ganti Kerugian," demikian penjelasannya.***(bob)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Maritim
Komentar