Enam Warga Afganistan Dikarantina di Kantor Imigrasi Dumai
Jumat, 11 April 2014 11:48 WIB
DUMAI - Enam orang imigran gelap asal Afganistan sudah dikarantina di kantor Imigrasi Dumai. Enam orang imigran itu ditangkap, pada Selasa (8/9) lalu di depan SPBU Bagan Besar oleh jajaran anggota Polsek Bukit Kapur.
Penangkapan berawal karena kecurigaan tim patroli melihat ada mobil seperti melalukan transaksi di depan SPBU Bagan Besar, tim patroli langsung memeriksa mobil tersebut. Setelah ditelusuri ternyata ada enam orang asing yang dipindahkan ke mobil itu dari mobil lain.
"Mereka langsung ditangkap, sedangkan mobil yang memindahkan penumpang WNA ini melarikan diri ke arah Duri. Selain keenam WNA, dua orang WNI penyedia jasa angkutan untuk mereka juga diamankan," kata Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan, kemarin.
Dikatakannya, imigran gelap tersebut datang ke Dumai melalui jalur pelabuhan tikus. Setidaknya, ada delapan atau sembilan jalur sungai di perairan Dumai. Jalur-jalur sungai itu dimanfaatkan untuk menyelundupkan imigran asing.
Lebih lanjut ia mengatakan, hasil interogasi awal, enam imigran gelap itu menempuh perjalanan panjang dari Qabul, India, Kuala Lumpur. Dari Kuala Lumpur, mereka beranjak ke Indonesia melalui perairan Dumai.
"Mereka masuk ke Indonesia melalui pelabuhan tikus yang entah di mana di Dumai ini. Saat ini, kita sudah beruapaya mengamankan jalur-jalur itu agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan ini juga mengantisipasi barang ilegal masuk," katanya.
Pihaknya juga merasa kesulitan, karena enam imigran itu sulit Berbahasa Inggris. Sementara proses penyelidikan masih terus dilakukan. Dua di antara enam WNA itu masih berstatus pelajar di negaranya. Bahkan, satu orang masih di bawah umur.
Sementara empat orang lainnya mengaku pengangguran di kampungnya. Saat ditangkap, tidak satupun di antara mereka yang mengantongi dokumen keimigrasian, ataupun identitas kependudukan.
Ke enam orang tersebut adalah Mohammad Ali(15), Qodratullah (17), Ali Muhammas(20), Mohammad Ali (29), Mohams Zaman (20) dan Mohammad Asi (24). Mereka mengaku masuk wilayah Indonesia ingin mencari suaka.
Hasil penyelidikan sementara, enam orang tersebut bertolak dari negaranya pada tanggal 23 Maret 2013. Ia berangkat dengan pesawat menuju India. Dari India mereka meneruskan perjalanan ke Malaysia. Pada tanggal 4 April lalu, mereka sampai di Malaysia.
"Mungkin masuk resmi ke Malaysia, tapi ke Indonesia tak ada dokumen-dokumennya. Maka mereka memilih melalui kapal-kapal penyelundup, yang di duga menepi di pelabuhan tikus. Tapi ini butuh penyelidikan lagi," ujarnya.
Secara terpisah, Kasubsi Intel Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Pabean II, Kota Dumai, Rudi Hartoni mengungkapkan titik rawan sebagai pintu masuk penyelundupan orang ada di Pulau Rupat.
Sedangkan kebiasaan nelayan dari Pulau Rupat, berlayar sambil menumpangi orang untuk menuju Kota Dumai. Kapal-kapal nelayan itu mencari tempat-tempat tertentu untuk menepi menurunkan penumpang.
"WNA lebih mungkin datang ke Rupat terlebih dahulu, dari berbagai pelabuhan yang ada di Malaysia. Sesampai di Rupat, mereka mencari jalan ke Dumai dengan menggunakan kapal-kapal kecil yang tidak bisa terpantau petugas," katanya.
Menurutnya, memilih transit di pulau Rupat jauh lebih aman dari jangkauan pengamanan. Karena di Rupat tidak ada pemeriksaan kepabean. "Mereka masuk pada titik-titik itu dengan sangat rapi. Peredaran Narkoba juga masuk dari sini," ujarnya.
Namun demikian, pihaknya kekurangan kru untuk mengawasi garis pantai sejak dari Sinaboi hingga ke Tanjung Jering. Sementara personil yang ada di KPPBC hanya 22 orang, sudah termasuk seksi dan subsi serta intelijen penyidikan dan penindakan.
Sedangkan armada kapal yang biasa digunakan untuk patroli hanya dua unit. Saat ini, satu armada juga sedang dalam perbaikan. "Kami tetap memaksimalkan pengawasan laut. Jika ada imigran masuk atau barang seludupan, mereka mencari waktu ketika kami sedang tidak ada," katanya.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

