Katrol Kapal Ikan Gilas 2 ABK Hingga Bersimbah Darah
Senin, 06 Januari 2014 16:53 WIB
PANIPAHAN - Gara-gara terlilit mesin katrol saat bekerja sebagai ABK Kapal penangkap ikan di perairan Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sabtu (4/1) kemari sekira Pukul 15.00 Wib membuat Firman (51) terancam di amputasi karena tulang betis kaki kirinya remuk tergiling mesin katrol dan Daniel (48) harus kehilangan jari tangan putus tergilas mesin yang biasanya dipergunakan untuk meranik jaring dan peralatan kapal penangkap kapal ikan ini.
Informasi yang berhasil dirangkum, Senin (6/1/14) kedua ABK warga Negeri Lama Sumut ini seperti biasa bekerja sebagai ABK kapal penangkap ikan milik pengusaha Panipahan yang melakukan aktifitasnya di perairan Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas.
"Peristiwa naas tersebut terjadi ketika tengah bekerja di laut,tiba-tiba terpintal mesin dan dari kedua ABK tersebut paling serius lukanya Firman,kakinya remuk sementara Daniel jari tanganya lansung putus," ucap Yakup (48) warga Panipahan yang turut melihat korban mendapatkan perawatan medis di Pukesmas Panipahan.
Menurut sumber layak dipercaya, ketiga mengalami musibah kedua ABK warga asal Sumut ini oleh majikanya diperintahkan kapal merapat ke Panipahan dan lansung di larikan ke Pukesmas.
"Begitu sampai di tangani dokter tetapi khusus buat Firman di rujuk ke RSUD Rantau Parapat karena tulang kakinya remuk dan konon terancam di amputasi dan harus di tangani dokter spesialis tulang," tambah M Yakup dan menyebutkan bahwa Daniel walau jari tanganya putus namun tidak membuat dirinya di rujuk dan hanya berobat jalan.
Korban Dirujuk ke RS Rantau Prapat
Setelah dipastikan di rujuk ke RSUD Rantau Parapat akhirnya Firman di boyong dengan mempergunakan kenderaan warga yang menempuh jalan tanah melalui Kepenghuluan Teluk Pulai.
"Ambulan memang belum ada tetapi sebagai daerah pantai dan laut biasanya dengan kapal laut tetapi karena air tidak pasang akhirnya jalan darat saja, itupun melalui jalan yang sulit dan rusak," kata Suroto (43) warga Panipahan mengaku masih kerabat korban.
Informasi di peroleh, kondisi Firman mulai membaik tengah mendapatkan perawatan di RSUD Rantau Parapat kaki kirinya yang remuk masih di tangani serius oleh tim medis di sana tidak tertutup kemungkinan di amputasi juga.
"Yang jelas kondisinya membaik apakah akan tetap di amputasi, ini melihat kondisi Firman nantinya dan kebijakan medis di sana," kata Suroto warga Panipahan yang mengaku terus melakukan kontak dengan keluarga yang membawa korban saat di rujuk.
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kecamatan Pasir Limau Kapas Abdurahman Yus Spdi memetik hikmah sering terjadinya kecelakaan kerja ABK di laut dan perlu keseriusan pihak terkait seperti Disnaker Rohil dan pengusaha memperhatikan nasib ABK kapal.
"Misalnya biaya pengobatan selama di rawat, setelah sehat apakah masih bekerja atau di campakan perlu ada jaminan kedepanya termasuk biaya pengobatan dari majikan," ucap Abdurahman Yus Spdi. (Yan Faizal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

