• Home
  • Maritim
  • Menteri Susi Pudjiastuti Perkirakan Hasil Ikan Indonesia Capai 15 Juta Ton di 2018

Menteri Susi Pudjiastuti Perkirakan Hasil Ikan Indonesia Capai 15 Juta Ton di 2018

Hadi Pramono Kamis, 04 Oktober 2018 11:16 WIB
Menteri Susi Pudjiastuti Perkirakan Hasil Ikan Indonesia Capai 15 Juta Ton di 2018.
PEKANBARU - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperkirakan, potensi ikan di perairan Indonesia hingga akhir 2018 bisa mencapai 15 juta ton. Ini dilihat dari peningkatan potensi ikan nasional yang semakin meroket.

"Kalau hasil assessment tahun (2018) ini, mungkin sudah mencapai 15 juta ton lebih. Stok tahun 2016 lebih kurang 12,5 juta ton," kata Susi di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Al-Ihsan, Kabupaten Kampar, Rabu (3/10).

Dia mengklaim, jargon 'Tenggelamkan' sukses meningkatkan hasil ikan laut di Indonesia. Tidak sedikit kapal negara asing yang ditangkap lalu dibakar dan ditenggelamkan ke laut oleh Susi.

Mengingat, sejak tahun 1980-an, ribuan kapal asing leluasa mencuri ikan dari nelayan lokal. Bahkan para pencuri hasil laut itu masih beraktivitas hingga tahun 2013. Akibatnya, jumlah ikan semakin sedikit, bahkan nelayan Indonesia mengalami kesulitan dalam mencari ikan untuk kebutuhan hidup.

Untuk itu, pihaknya tegas dalam memberantas pencurian ikan serta pelarangan penggunaan trawl atau pukat harimau di laut. Ratusan kapal asing yang menggunakan alat terlarang itu sudah ditangkap anak buah Susi sejak dirinya menjabat.

"(Sudah) 488 kapal kita tenggelamkan," kata Susi.

Dia juga memperkirakan sekitar 10.000 kapal asing tak berani lagi melaut dan mencuri ikan di perairan Indonesia lantaran takut ditenggelamkan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari dukungan penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Susi mengingatkan bahwa daerah Riau pernah menjadi produsen ikan terbesar di Indonesia pada 1990 an. Itu terletak di Kota Bagansiapi-api Kabupaten Rokan Hilir. 

Tercatat, daerah pinggir laut itu paling tinggi pencapaian ikan di seluruh Indonesia pada tahun itu. Namun kini ikan di sana mulai berkurang karena pencurian ikan dengan alat yang dilarang.

"Saya ingin ingatkan kepada gubernur, zaman dulu Bagan Siapi-Api produsen ikan terbesar. Tapi karena keserakahan trawl-trawl itu, habislah ikan, ikan kecil tak ada lagi," tegasnya. 

(mdk/mdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Menteri KPSusi Pudjiastuti
Komentar