• Home
  • Maritim
  • Pabrik Es Selat Akar Jadi Temuan Inspektorat KKP RI

Pabrik Es Selat Akar Jadi Temuan Inspektorat KKP RI

Sabtu, 18 April 2015 19:06 WIB
MERANTI - Pembangunan pabrik es di Kampung Suak Mata, Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi temuan pihak Inspektorat Jendral Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Temuan itu bedasarkan kajian dan kurang dimanfaatkannya oleh kelompok pengelola dari Tunas Baru Kampung Suak Mata. Dari hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal KKP- RI  31 Maret 2015 lalu, bahwa pengadaan pabrik Es tahun 2012 yang di bangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012 itu belum di manfaatkan.

"Belum dimanfaatkan inilah yang menjadi temuan. Pihak KKP mengintruksikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten kepulauan Meranti, untuk menindak lanjuti hasil pemeriksaan tersebut. Dan mimnta untuk DKP agar dapat memanfaatkan pabrik es untuk kelompok lainnya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Meranti Askandar, kemarin.

Dijelaskannya, Inspektorat KKP RI juga memerintahkan pihaknya untuk segera mengalihkan pabrik Es tersebut ke kelompok lainnya dan mefasilitasi kelompok untuk bermitra dengn pemilik modal sehingga pabrik Es tersebut bisa dimanfatkan dan bisa menunjang pendatapan anggota.

"Hasil peninjauan itu nantinya akan dilaporkan Ke Inspektorat KKP RI dan untuk langkat selanjutnya kita menunggu. Kita tentunya akan melakukan koordinsi dengan pihak terkait lainnya dalam masalah penggunaan pabrik es tersebut," ungkapnya.

Dari pantau dilapangan, bagian dari fisik bangunan pabrik Es tersebut sudah banyak yang rusak, bahkan sarana dan alat-alat pendukung lainya juga sudah pada rusak dan berkarat, seperti cetak Es sudah berkarat begitu juga dengan perlatan lainnya juga pada rusak.

Sufiandi salah seorang Oprator Pabrik Es tersebut yang juga merupakan anggota Kelompok Tunas baru itu mengatakan, sejak dibangunnya Pabri Es itu baru dua kali dioperasikan yakni pada tahun 2012. Karena keterbatasan modal, pabrik ini kembali dioperasikan pada 2013 lalu.

"Pengoperasian kembali dihentikan mengingat dana operasional tidak ada. Jadi pabrik es ini sudah tidak beroperasi sampai sekarang. Selain itu juga, pembeli es dari pabrik ini juga tidak adanya makanya gulung tikar," katanya.

Kemudian mengenai alat cetaknya sendiri, sebnyaak 400 unit, namun yang bisa digunakan hanya sekitar 200 lebih, karena tempat pengdingin ukurnnya terbatas dan tidak bisa di cetak dengan jumlah alat cetak yang tersedia sekitar 400 lebih itu.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar