• Home
  • Maritim
  • Pelabuhan Bagansiapiapi Dibiarkan Rusak Parah

Pelabuhan Bagansiapiapi Dibiarkan Rusak Parah

Sabtu, 29 Maret 2014 17:35 WIB

BAGANSIAPIAPI - Terminal penumpang dan barang di pelabuhan lama, Bagansiapiapi dalam kondisi rusak parah. Sudah lama pelabuhan yang dulunya merupakan satu-satu tempat transit, kini tidak dioperasionalkan lagi sebagaimana layaknya. 

Dulunya pelabuhan ini menjadi turun naik penumpang dari sejumlah wilayah perairan utamanya untuk tujuan pulang pergi (PP) Panipahan-Bagansiapiapi, pulau Halang-Bagansiapiapi atau pun Kubu-Bagansiapiapi ini 

Pasalnya dermaga apung yang terdapat di ujung pelabuhan rusak. Belakangan di lokasi tersebut hanya menyisakan tonggak-tonggak tiang besi saja. Dermaga apung yang biasanya ada raib entah ke mana. 

Ujung pelantaran pun bernasib sama, yakni hilang. Menurut salah seorang warga, Amran, papan yang ada justru dipreteli satu persatu oleh oknum yang tak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi. 

Sesuai pantauan dilapangan ada beberapa nelayan yang masih menggunakan jalur pelabuhan itu sebagai akses keluar masuk dari tempat menambatkan sampan. Itu pun hanya sampan berukuran kecil, yang rata-rata masih menggunakan dayung. 

Pemandangan ini tentu saja kontras bila dibandingkan pada beberapa tahun lampau, di mana selalu padat dengan keberadaan penumpang, lalu lintas angkutan barang, para pedagang dan buruh angkut serta jasa untuk mengantarkan penumpang yang tiba berupa RBT dan beca.

Tak hanya itu berdasarkan informasi diketahui bangunan untuk bandar pelabuhan yang ada, ternyata tidak pernah difungsikan sebagaimana mestinya. 

Sejak siap tak dimanfaatkan, kenyataannya saat itu untuk kegiatan menyangkut transportasi laut justru dilakukan pihak agen di pinggir jalan pelabuhan dan di depan sebuah rumah makan. 

Gedung pelabuhan sendiri kondisinya rusak, sebagian kaca tampak pecah. Beberapa pintu dan permukaan dinding serta lantainya kotor. Begitu juga dua bangunan pos di depan menuju ke areal pelabuhan tidak difungsikan, padahal pembangunannya menelan dana ratusan juta rupiah. 

Dalam tiga tahun terakhir untuk kegiatan menyangkut pelabuhan dan penumpang ini masih menumpang di pelabuhan swasta milik seorang warga bernama O Liong. 

Pengelolaan di pelabuhan ini pun masih jauh dari harapan karena untuk transportasi penumpang kerap kali bersinggungan dengan aktivitas bongkar muat, sehingga untuk aspek kenyamanan masih jauh dari yang diharapkan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Rohil Ibus Kasri ketika dikonfirmasi mengakui bahwa selama ini untuk aktivitas menyangkut pelabuhan terpaksa menumpang di tempat warga bernama Oliong.

"Dilaksanakan rakor dalam rangka untuk mengoperasikan pelabuhan ini, agar dalam waktu dekat dapat difungsikan. Semua penumpang naik dan turun di pelabuhan ini," cetusnya, merujuk pada pelabuhan baru yang bersebelahan dengan kantor Satpol Air Polres Rohil itu.

Ia menerangkan bangunan pelabuhan yang cukup besar itu belum dioperasikan selama tiga tahun ini. Karena dulunya didesain tidak untuk pelabuhan penumpang atau barang melainkan sebagai TPI (Tempat Pelelangan Ikan). 

"Tapi tak salah kita gunakan, kita lihat masih banyak kekurangannya fasilitas. Kita optimis kita operasikan dulu, apa kekurangannya kita lengkapi lagi,’’ kata mantan kepala dinas Bina Marga Rohil ini.

Ia tidak bisa menjamin kapan persisnya gedung tersebut dapat dimanfaatkan terutama untuk penumpang karena pihaknya harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan bupati. 

"Kita laporkan kembali, apakah nantinya diresmikan dan apa langkah selanjutkanya kita rapatkan lagi. Sebab untuk mengoperasionalkan pelabuhan ini kembali harus didudukan bersama," tutupnya.***(Yan Faisal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Maritim
Komentar