• Home
  • Maritim
  • Pemkab Meranti Bakal Bangun Pelabuhan Roro Selatpanjang-Karimun

Pemkab Meranti Bakal Bangun Pelabuhan Roro Selatpanjang-Karimun

Jumat, 18 April 2014 13:15 WIB

SELATPANJANG - Kepulauan Meranti berada di jalur perairan sangat strategis antara dua provinsi yaitu Riau dan Kepulauan Riau. Maka dari itu, daerah ini nantinya akan menjadi kawasan transit untuk ke Pulau Sumatera.

Selain itu, dengan letak strategis ini, nantinya akan berpengaruh bagi perkembangan wilayah kabupaten Kepulauan Meranti. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti berencana membangun pelabuhan sekaligus kapal penyeberangan Rol of Rol On (Roro).

Kapal Roro ini sendiri nantinya akan melayani penyebrangan dari Selatpanjang, Kepulauan Meranti dengan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Kepulauan Meranti, Aza Fahroni, kemarin. 

Aza menyikapi rencana program Meranti sebagai kota transit memanfaatkan posisi Selat Malaka sebagai jalur niaga internasional. Pembangunan pelabuhan Roro tersebut direncanakan akan dibangun di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur. 

"Karena tempat ini dipilih letaknya yang tidak jauh dari Karimun. Jadi, kedepannya semua arus transportasi dari Kepulauan Riau menuju Sumatera akan melalui Meranti yakni transit di Tebingtinggi Timur. Baru kemudian menuju ke Tebingtinggi Barat untuk ke Pulau Sumatera," ujarnya.

Namun lanjut Aza, hal tersebut tentunya setelah ditunjang Jembatan Air Mabuk-Putong, yang menghubungkan Pulau Tebingtinggi dan Pulau Sumatera. Dengan begitu, penyeberangan barang selama ini dari Sumatera ke Kepri akan lebih efisien terutama dari segi penghematan waktu.

"Kalau sudah transit di Meranti tentunya akan lebih irit waktu beberapa jam. Dibandingkan penyeberangan langsung dari Karimun ke Buton (Pulau Sumatera) selama ini," sambungnya.

Meski jembatan menuju Pulau Sumatera tersebut belum dibangun, pembangunan penyeberangan ke Karimun tersebut tetap akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan daerah. 

"Tentunya kita akan mengambil keuntungan dari wilayah Free Trade Zone (FTZ) yakni Balai Bintan Karimun, karena dengan adanya arus trasnportasi barang maupun orang cukup yang cukup tinggi akan berpengaruh terhadap perekonomian daerah kita," tandasnya.***(roy/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Maritim
Komentar